kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Sri Mulyani Optimistis Ekonomi Indonesia di Kuartal IV-2022 Tumbuh di Atas 5%


Senin, 09 Januari 2023 / 11:43 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis ekonomi Indonesia di kuartal IV 2022 akan tumbuh di atas 5%.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis ekonomi Indonesia di kuartal IV 2022 akan tumbuh di atas 5%. Hal ini didorong oleh kondisi perekonomian masyarakat yang semakin baik sehingga mendorong kondumsi lebih meningkat.

“Tahun 2022 ini ditutup dengan sangat baik, dari sisi ekonomi pertumbuhan ekonomi kita di atas 5% atau sebesar 5,72% (kuartal III). Dan di kuatal IV pertumbuhan ekonomi akan kuat di atas 5%,” tutur Sri Mulyani dalam CEO Banking Forum - Leadership Sharing: Menyambut Tahun Baru dengan Lebih Optimis, Senin (9/1).

Optimisme tersebut juga menurutnya, terlihat dari mobilitas masyarakat menjelang akhir tahun meningkat. Selain itu, penerimaan pajak di daerah yang berasal dari restoran, hotel, biaya parkir, bisa tembus 120%. Menurutnya fenomena tersebut tidak hanya terjadi di Jakarta, melainkan hampir di semua daerah.

Baca Juga: 5 Prediksi Buruk Ekonomi Global di 2023, Apa Saja?

Dia bahkan melihat pertumbuhan ekonomi di semua pulau di Indonesia akan tumbuh lebih baik, paling rendah mungkin hanya di pulau Sumatra, tapi itupun ada di level 4,7%.

“Jadi artinya Indonesia dengan setting global ekonomi dimana pemulihan dari Covid-19 tidak merata dan terjadi disrupsi, kita masih dalam kondisi yang positif,” jelasnya.

Kondisi ekonomi yang positif tersebut ditopang oleh berkah kenaikan harga komoditas unggulan, kegiatan masyarakat yang sudah mulai pulih, termasuk konsumsi pada kelompok memengah atas.

Kemudian, investasi juga sudah tumbuh mendekati 6%, dan pertumbuhan kredit di perbankan juga sudah mulai tumbuh double digit, serta diharapkan bisa bertahan dan terus tumbuh di pada tahun ini.

Baca Juga: Faisal Basri Ungkap Penyebab Investasi di Indonesia Berkualitas Rendah

Ia menggambarkan, pasar modal Indonesia masih cukup tangguh di saat pasar bursa global anjlok. 

"Tapi di 2022 kita masih tumbuh di atas 4%. Jadi itu yang saya sebut 2022 bukan tahun yang biasa,” imbuhnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×