kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.042   34,00   0,19%
  • IDX 6.320   85,12   1,37%
  • KOMPAS100 832   13,60   1,66%
  • LQ45 635   11,28   1,81%
  • ISSI 218   2,09   0,97%
  • IDX30 357   7,08   2,02%
  • IDXHIDIV20 439   8,12   1,89%
  • IDX80 95   1,54   1,64%
  • IDXV30 120   1,66   1,39%
  • IDXQ30 114   1,99   1,77%

Sri Mulyani: Omicron Menambah Beban Ekonomi Global


Jumat, 18 Februari 2022 / 05:00 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. Ekonomi dunia masih dalam tekanan. Menteri Keuangan Sri Mulyani tak menampik adanya varian baru Covid-19 yaitu omicron dan risiko-risiko lain berpotensi menambah beban ketidakpastian di perekonomian global. 

Ketidakpastian ini muncul dari kemampuan masing-masing negara di dunia yang berbeda-beda dalam menghadapi varian ini.   “Kemampuan negara-negara dalam menghadapi pandemi Covid-19 berbeda-beda. Bahkan termasuk di dalamnya kecepatan tingkat vaksinasi juga berbeda,” ujar Sri Mulyani dalam Opening of the 1st Finance Minister and Central Bank Governor Meeting, Kamis (17/2) secara daring. 

Selain itu, Indonesia juga menekankan pentingnya kewaspadaan akan risiko lain selain dari kesehatan yang muncul, seperti risiko peningkatan inflasi, ketidaksesuaian pasar tenaga kerja, tekanan pendapatan, dan harga energi yang meningkat. 

Baca Juga: Ini Alasan Indonesia Perlu Waspadai Lonjakan Inflasi Global

Risiko lainnya juga muncul dari normalisasi kebijakan yang dilakukan oleh negara maju yang sudah pulih lebih cepat yang ini kemudian menimbulkan kesenjangan dengan negara berkembang. 

Dengan demikian, dalam kepemimpinan Indonesia di forum G20 pada tahun ini, Indoensia akan menekankan komitmen untuk menyehatkan ekonomi global.  Dalam hal ini, penekanan oleh Indonesia adalah bagaimana cara membantu negara-negara untuk mengelola dampak dari Omicron dan varian-varian lain yang munglkin akan muncul. 

Tak hanya itu, Indonesia juga menekankan pentingnya pembicaraan tentang exit policy untuk membebat luka yang disebabkan oleh berbagai ketidakpastian yang selama ini menaungi prospek perekonomian global. 

Baca Juga: Sri Mulyani Pamer Ekonomi Indonesia Sudah Kembali ke Level Pra Pandemi Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×