kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   20.000   0,78%
  • USD/IDR 18.195   10,00   0,05%
  • IDX 5.196   -70,35   -1,34%
  • KOMPAS100 672   -10,35   -1,52%
  • LQ45 528   -4,96   -0,93%
  • ISSI 175   -4,09   -2,28%
  • IDX30 297   -2,82   -0,94%
  • IDXHIDIV20 396   -3,41   -0,85%
  • IDX80 77   -1,20   -1,53%
  • IDXV30 110   -1,58   -1,42%
  • IDXQ30 100   -0,77   -0,76%

Sri Mulyani: Lebih Dari 20 Juta Keluarga Bergantung Pada Uang Pajak


Minggu, 06 Agustus 2023 / 12:42 WIB
ILUSTRASI. Pungutan pajak dari masyarakat akan kembali kepada masyarakat baik dalam bentuk subsidi maupun bansos.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menungkapkan, pungutan pajak yang diperoleh dari masyarakat akan kembali kepada masyarakat baik dalam bentuk subsidi maupun bantuan sosial (bansos).

Ia menyebut, setidaknya lebih dari 20 juta keluarga bergantung pada uang pajak baik melalui subsidi maupun bantuan sosial.

"Lebih dari 20 juta keluarga sangat tergantung kepada pajak, dari sisi sumbangan atau subsidi sosial kepada mereka," ujar Sri Mulyani dalam acara Spectaxcular 2023, Minggu (6/8).

Baca Juga: Lewat Reformasi Pajak, Sri Mulyani Ingin Bayar Pajak Semudah Beli Pulsa

Ia mencontohkan, uang pajak yang hadir lewat subsidi LPG 3 Kg juga langsung dinikmati oleh masyarakat. Begitu juga penggunaan uang pajak untuk subsidi listrik hingga subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Tidak hanya itu, lebih dari 98 juta masyarakat Indonesia juga mendapatkan akses kesehatan melalui BPJS Kesehatan.

"Itu tidak berarti mereka tidak membayar, yang membayar adalah negara melalui penerimaan pajak. Jadi banyak sekali manfaat pajak," katanya.

Oleh karena itu, Menkeu menegaskan bahwa uang pajak tidak hanya hadir dalam bentuk pembangunan infrastruktur, namun hadir juga dalam bentuk subsidi maupun bansos yang langsung dinikmati oleh masyarakat.

"Kalau Anda mencharge telepon dan itu seluruh tarif dari listrik di rumah itu mayoritas masih mendapatkan subsidi dari pemerintah. Tidak kemudian (uang pajak) hanya dalam bentuk bangunan-bangunan)," imbuh Menkeu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×