kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Sri Mulyani: Konsumsi masyarakat menguat, Indonesia tunjukkan tren pemulihan ekonomi


Selasa, 25 Mei 2021 / 15:01 WIB
ILUSTRASI. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyampaikan bahwa momentum pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi sedang terjadi di Indonesia seiring membaiknya kesehatan masyarakat.

Kondisi ini tampak dari kinerja positif sektor fiskal, peningkatan PMI dan Indeks Kinerja Konsumen, serta tren pemulihan sektor eksternal, moneter dan keuangan.

“Indeks keyakinan masyarakat di 101,5. Itu kembali ke level optimis dan melampaui kondisi atau level pada saat awal pandemi. Jadi sudah relatif di atas kondisi sebelum terjadinya pandemi. Aktivitas masyarakat juga terus membaik,” kata Menkeu secara daring dalam Konferensi Pers APBN Realisasi April 2021, Selasa (25/5).

Baca Juga: BI masih prediksi pertumbuhan ekonomi domestik 2021 di kisaran 4,1% hingga 5,1%

Aktivitas masyarakat mengalami peningkatan secara konsisten hingga 14 Mei 2021. Mobilitas juga meningkat positif selama tiga bulan berturut-turut pada Maret hingga Mei 2021.

“Ini karena Covid-19 bisa dikendalikan, menurun, maka mobilitas meningkat. Bandingkan dengan Januari-Februari waktu Covid-19 melonjak, maka kita terjadi pengetatan. Ini yang nanti menjadi penyulut pemulihan ekonomi kita,” ujar Menkeu.

Tren pemulihan konsumsi masyarakat juga terus menguat. Indeks Penjualan Ritel menunjukkan keberlanjutan pemulihan konsumsi masyarakat pada Maret dan April 2021 dengan tumbuh 9,8% year on year (yoy). Kenaikan ini cukup signifikan selama tiga bulan berturut-turut sejak Februari 2021.

“Ini karena konsumsi merupakan faktor terbesar di dalam GDP sisi permintaan. Sekali lagi, begitu Covid-19 bisa terjaga, maka kemudian kegiatan penjualan, aktivitas masyarakat yang diterjemahkan dengan kemudian jual beli atau konsumsi masyarakat juga menunjukkan kenaikan,” kata Menkeu.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×