kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.125   38,00   0,21%
  • IDX 6.038   113,48   1,92%
  • KOMPAS100 788   17,25   2,24%
  • LQ45 602   13,12   2,23%
  • ISSI 207   3,32   1,63%
  • IDX30 341   7,10   2,13%
  • IDXHIDIV20 423   9,63   2,33%
  • IDX80 90   2,01   2,29%
  • IDXV30 114   2,10   1,87%
  • IDXQ30 109   1,94   1,81%

S&P Masih Soroti Kesehatan Fiskal Indonesia Meski Rating BBB Bertahan


Senin, 13 Juli 2026 / 17:28 WIB
S&P Masih Soroti Kesehatan Fiskal Indonesia Meski Rating BBB Bertahan
ILUSTRASI. S&P Global Ratings (DOK/S&P Global)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. S&P Global Ratings (S&P) mengonfirmasi peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia pada level BBB dan jangka pendek A-2, pada 13 Juli 2026.

Meski demikian, menurutnya, penjelasan S&P menunjukkan lembaga pemeringkat tersebut masih cukup pesimistis terhadap prospek ekonomi Indonesia. Hal itu tercermin dari proyeksi pertumbuhan ekonomi hingga 2029 yang diperkirakan berada di bawah 5%, jauh dari target mendekati 8%.

Selain itu, S&P juga memberikan sejumlah catatan terkait posisi utang pemerintah serta beban pembayaran bunga utang terhadap PDB.

Di tengah proyeksi tersebut, S&P memperkirakan utang pemerintah akan meningkat sebesar 2,9% dari Produk Domestik Bruto (PDB) setiap tahun pada 2026 hingga 2029.

S&P menilai, rasio bunga terhadap pendapatan dapat tetap di atas 15% pada tahun 2026-2027, sebelum turun kembali di bawah 15% seiring penurunan suku bunga dan peningkatan pertumbuhan pendapatan. Berdasarkan asumsi di atas, utang pemerintah umum bersih dapat meningkat menjadi 37,4% dari PDB pada akhir tahun 2029 dari 36,4% pada tahun 2024.

Baca Juga: Ruang Fiskal Daerah Sempit Berpotensi Hambat Pembangunan

Ekonom PT Bank Tabungan Negara (BTN) Myrdal Gunarto menilai, keputusan S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia beserta outlook stabil merupakan kabar baik dan menjadi pencapaian positif bagi pemerintah.

“Ini yang menjadi perhatian, karena mereka sebenarnya juga mengkhawatirkan dari aspek kesehatan fiskal kita,” tutur Myrdal kepada Kontan, Senin (13/7/2026).

Ia menilai penilaian S&P saat ini perlu diterima sebagai bagian dari evaluasi terhadap kondisi ekonomi Indonesia. Menurutnya, apabila ke depan perekonomian terbukti semakin solid, pertumbuhan ekonomi meningkat, pendapatan per kapita naik, rasio fiskal tetap sehat, produktivitas pajak membaik, serta pemerintah mampu mengelola defisit fiskal dengan baik, maka S&P berpeluang memberikan penilaian yang lebih positif.

Baca Juga: Dampak Rating BBB dari S&P Dinilai Terbatas Ke Rupiah dan Pasar Saham

Ia juga meyakini prospek peringkat maupun outlook Indonesia dapat ditingkatkan apabila ketahanan ekonomi terhadap berbagai tekanan global juga semakin kuat.

Myrdal menambahkan, keputusan S&P mempertahankan peringkat utang Indonesia dapat menjadi sentimen positif bagi pasar keuangan domestik. Menurutnya, pasar obligasi pemerintah berpotensi tetap terjaga dengan imbal hasil (yield) yang masih menarik di mata investor meskipun terjadi kenaikan.

Kondisi tersebut juga dinilai dapat menjadi katalis positif bagi pasar obligasi dan mendorong arus modal asing (capital inflow) ke Indonesia. Dampak lanjutan dari sentimen tersebut, lanjutnya, diharapkan juga dapat menopang kinerja pasar saham maupun nilai tukar rupiah, selama tekanan global tidak terus meningkat.

Lebih lanjut, Myrdal memperkirakan, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) untuk tenor 10 tahun masih akan di level 6,84%, dengan perkiraan defisit APBN mencapai 2,9% pada tahun ini.

Proyeksi tersebut lanjutnya, dengan skenario dampak dari perang di Iran-Israel tidak semasif pada periode bulan Maret sampai Juni.

“Jadi, kalaupun ada perang, selat hormuz masih terbuka, harga minyak juga terjaga, tidak lagi mengalami lonjakan gila-gilaan seperti Maret sampai Juni lalu,” terangnya.

Baca Juga: BREAKING NEWS: S&P Pertahankan Peringkat Indonesia di BBB/A-2

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×