kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Soal Tiket Candi Borobudur, Luhut: Sudah Melalui Kajian dan Studi


Kamis, 09 Juni 2022 / 12:29 WIB
ILUSTRASI. Menkomarves Luhut Binsar Pandjaitan


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan, kenaikan harga tiket Candi Borobudur menjadi Rp 750.000 per orang sudah melalui tahap kajian dan studi.

Akan tetapi, karena ada kekisruhan di kalangan masyarakat, akhirnya rencana penetapan tiket masuk Candi Borobudur tersebut ditunda sementara.

“Kami sudah bikin studi komprehensif dari Unesco itu dan angka itu lah yang keluar. Tapi karena ribut-ribut semua ya sudah tunda saja dulu, nanti kami lihat lagi,” jelas Luhut saat melakukan Rapat Kerja Bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Kamis (9/6).

Selain itu, dia juga menegaskan bahwa keikutsertaan dalam menentukan harga tiket tersebut karena masih dalam batas cakupan kerjanya sebagai Menko Marves.

Baca Juga: Pembatasan Wisatawan Candi Borobudur, TWC: Kepentingan Konservasi

Sehingga, Luhut juga meminta kepada anggota DPR tidak turut serta mengkritiknya tanpa mengetahui alasan dari kenaikan tiket masuk Canadi Borobudur tersebut.

“Jadi mohon maaf jangan cari popularitas dengan menyerang saya, saya ini cuma pelaksana saja. Boleh lah lain kali telpon saja, untuk mengetahui masalahnya,” tegas Luhut.

Dia menambahkan, semua kebijakan yang ambil Kementerian Marves sudah sesuai dengan cakupan wilayah kerja, dan berbasis data.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×