kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.681   54,00   0,31%
  • IDX 6.535   -6,68   -0,10%
  • KOMPAS100 866   8,07   0,94%
  • LQ45 659   9,32   1,43%
  • ISSI 225   -2,18   -0,96%
  • IDX30 366   5,04   1,40%
  • IDXHIDIV20 458   8,21   1,83%
  • IDX80 99   1,17   1,20%
  • IDXV30 126   0,85   0,68%
  • IDXQ30 118   2,25   1,94%

Soal Dana Abadi Pendidikan, DPR Nilai Belum Perlu


Senin, 15 Maret 2010 / 10:33 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Mengenai usulan Menkeu untuk menyisihkan sebagaian anggaran pendidikan untuk dana abadi pendidikan, anggota Komisi X Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa Hanif Dhakiri menilai, pemerintah belum perlu mengalokasikan anggaran pendidikan dari RAPBN-P 2010 untuk dana abadi pendidikan. Sebab, yang lebih penting adalah memperkuat infrastruktur pendidikan nasional.

"Komisi X DPR paham dengan niat baik pemerintah, yakni untuk kontinuitas anggaran pendidikan di masa datang. Namun, apakah infrastruktur pendidikan kita sudah memadai?" tanya dia kemarin.

Menurut Hanif, banyak infrastruktur pendidikan seperti sekolah yang hancur berantakan akibat bencana alam atau ketiadaan ongkos renovasi. Selain itu, peningkatakan kompetensi tenaga pendidik mulai tingkat dasar hingga perguruan tinggi juga masih perlu dibenahi. Termasuk fasilitas beasiswa bagi murid dan mahasiswa berprestasi yang tidak punya biaya.

Hanif berpendapat, bila pemerintah ingin menghimpun dana abadi sebaiknya bukan dari alokasi dana pendidikan dalam APBN. Lebih baik dari dana patungan sektor swasta, sebagai wujud kepedulian mereka terhadap pendidikan. Dengan demikian, penguatan dan pengembangan infrastruktur pendidikan semakin terjamin karena anggaran pendidikan tidak diganggu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×