kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   19.000   0,72%
  • USD/IDR 17.981   -32,00   -0,18%
  • IDX 5.876   131,22   2,28%
  • KOMPAS100 765   20,79   2,79%
  • LQ45 582   16,29   2,88%
  • ISSI 204   4,37   2,19%
  • IDX30 329   8,59   2,68%
  • IDXHIDIV20 406   11,61   2,94%
  • IDX80 87   2,30   2,72%
  • IDXV30 110   2,89   2,69%
  • IDXQ30 106   3,06   2,97%

Skema bansos makin banyak, pengamat ingatkan bisa rawan penyelewengan


Rabu, 08 September 2021 / 20:51 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah kembali menambah skema bansos. Rencananya pemerintah menambah bantuan bagi PKL dan pemilik warung.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah kembali menambah skema bantuan sosial (bansos) dalam masa pandemi virus corona (Covid-19). Rencananya pemerintah menambah bantuan bagi pedagang kaki lima (PKL) dan pemilik warung.

Tambahan skema bansos tersebut dikhawatirkan akan menambah banyaknya skema bansos dan berdampak pada sulitnya pengawasan. "Akan sulit mengawasinya, potensi untuk diselewengkan itu pasti," ujar Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio saat dihubungi Kontan.co.id, Rabu (8/9).

Agus pun menyoroti kondisi kementerian yang bertanggung jawab pada penyaluran tersebut. Penyaluran bantuan selama pandemi berada pada sejumlah kementerian.

Baca Juga: Mulai 2022 jadi syarat beli elpiji 3 kg, begini cara dapat Kartu Sembako

Selain itu, kerawanan pun disoroti Agus mengingat posisi puncak kementerian tersebut diisi oleh pengurus partai politik. Meski begitu, kesiapan data dapat menjadi pengawas penyaluran bansos.

"Data menjadi penting supaya ketika ada double oemberian mudah diketahui, kalau datanya tidak benar bubar itu," ungkap Agus.

Agus mendesak pemerintah mempersiapkan data dengan baik sebelum menyalurkan bantuan. Meski pun data yang baik tak menjamin 100% penyelewengan akan hilang.

Selanjutnya: Mensos Risma beberkan empat strategi untuk atasi persoalan bansos

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×