kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   -10.000   -0,36%
  • USD/IDR 18.030   -170,00   -0,93%
  • IDX 5.747   404,51   7,57%
  • KOMPAS100 759   60,97   8,73%
  • LQ45 569   42,24   8,01%
  • ISSI 197   12,24   6,63%
  • IDX30 323   24,38   8,17%
  • IDXHIDIV20 398   27,88   7,53%
  • IDX80 86   6,64   8,36%
  • IDXV30 108   6,11   5,97%
  • IDXQ30 104   7,83   8,16%

Sjahril Djohan bantah menikmati uang dari Haposan


Rabu, 06 Oktober 2010 / 17:09 WIB


Reporter: Gloria Natalia | Editor: Edy Can

JAKARTA. Terdakwa dugaan suap Sjahril Djohan menyampaikan pleidoinya yang bertajuk "Salahkah Saya?" hari ini (6/10). Dalam nota pembelaannya itu, Sjahril mengaku tidak pernah menerima uang sebesar Rp 200 juta dari Haposan Hutagalung.

Sjahril mengaku tidak pernah menggubris permintaan Haposan kepada Susno Duaji yang saat itu menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri. “Sekali lagi saya tegaskan kembali. Tidak pernah saya gubris dan saya tidak teruskan permintaan Haposan kepada Susno,” kata bekas Penasehat Ahli Fungsional Direktorat IV Bareskrim Mabes Polri ini.

Kuasa hukum Sjahril, Hotma Sitompul, menambahkan Sjahril hanyalah kurir uang dalam pemberian uang dari Haposan kepada Susno. Namun, dia bilang Susno tidak menikmati hasil perbuatan Susno dan Haposan tersebut.

Menurut Hotma, inisiatif untuk minta bantuan kepada Susno mengenai perkara PT Salmah Arowana Lestari bukanlah dari Sjahril melainkan dari Haposan. "Sjahril hanya membantu Haposan untuk dikenalkan dengan Susno," katanya.

Selain itu, Hotma menyatakan kliennya tidak ikut menentukan besaran uang Rp 500 juta untuk diberikan kepada Susno. “Terdakwa tidak pernah mengintervensi para penyidik perkara Arwana,” kata Hotma.

Dugaan suap ini berawal ketika Haposan meminta bantuan Sjahril untuk bertemu Susno. Haposan berjanji memberi success fee 15% kepada Susno. Pada 4 Desember 2008, Haposan menyerahkan Rp 500 juta pada Sjahril yang kemudian diserahkan kepada Susno. Susno telah membantah menerima uang tersebut.

Sjahril juga mencabut keterangan yang diberikan kepada penyidik polisi. Alasannya karena saat pemeriksaan itu berlangsung, dia mengaku berada dalam kondisi tertekan dan sakit. Kondisi ini muncul setelah dirinya menjalani pemeriksaan berulang-ulang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×