kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Setoran minyak gas kurang Rp 30 triliun


Senin, 17 Desember 2012 / 07:14 WIB
Setoran minyak gas kurang Rp 30 triliun
ILUSTRASI. Inilah 6 Manfaat Kolagen Untuk Kulit, Mengencangkan Kulit Wajah


Reporter: Herlina KD | Editor: Dadan M. Ramdan

JAKARTA. Kementerian Keuangan merasa terganggu dengan pembubaran Badan Pengatur Hulu Minyak dan Gas (BP Migas). Sebab, setoran negara menjadi tersendat gara-gara Mahkamah Konstitusi membubarkan lembaga ini pada bulan lalu.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyebut, selama ini, BP Migas bertugas membantu menagih setoran negara dari sektor migas. Dalam bujet APBN-P 2012, target setoran migas termasuk Pajak Penghasilan (PPh) perusahaan migas yakni Rp 278 triliun.

Saat BP Migas dibubarkan pada 13 November 2012, pemerintah telah menerima setoran BP Migas sekitar Rp 200 triliun. Sampai akhir November, sudah ada tambahan sebesar Rp 50 triliun dari PPh. "Masih kurang Rp 30 triliun, mudah-mudahan dalam dua minggu terakhir ini bisa tercapai," tambah Askolani, Direktur PNBP Ditjen Anggaran Kemkeu akhir pekan lalu.

Meski ada kekurangan, Askolani masih optimistis PNBP Migas dalam pekan-pekan terakhir bisa berjalan mulus. Bahkan, ia memprediksi setoran bisa melampaui target yang dipatok APBN-P. "Bisa lebih sekitar 2% dari targetnya," tambahnya.
Pembubaran BP Migas memang sempat mengganggu beberapa proses penandatanganan kontrak migas yang baru. Padahal, kontrak migas ini menjadi salah satu pos penerimaan negara.

Tak hanya itu, rencana eksplorasi dan eksploitasi migas juga tertunda. Ini menyebabkan target produksi minyak dan gas juga terganggu sehingga penerimaan minyak dan gas khususnya dari bagi hasil sumur migas juga mengalami gangguan. Jadi wajar jika kementerian keuangan ketar-ketir setoran terganggu.  Meskipun dari sisi produksi migas tetap turun terus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×