kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Setelah naik dua bukan berturut-turut, daya beli petani kembali turun


Rabu, 01 Agustus 2018 / 14:48 WIB
Setelah naik dua bukan berturut-turut, daya beli petani kembali turun
ILUSTRASI. PANEN GARAM


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah mengalami kenaikan dua bulan beturut-turut pada Mei dan Juni lalu, daya beli petani di perdesaan kembali mengalami penurunan. Sebab, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatm nilai tukar petani (NTP) Juli turun 0,37% dibanding bulan sebelumnya.

NTP adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan dan menunjukkan daya tukar dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi.

Semakin tinggi NTP maka semakin kuat pula tingkat kemampuan atau daya beli petani.

BPS mencatat, penurunan NTP terjadi karena penurunan pada sejumlah subsektornya, yaitu NTP tanaman pangan, perkebunan, dan perikanan masing-masing sebesar 0,62%, 1,88%, dan 0,33%.

Hanya NTP hortikultura dan peternakan yang mengalami peningkatan masing-masing sebesar 0,41% dan 0,77%.

Kepala BPS Suhariyanto menjelaskan, penurunan NTP tanaman pangan karena kenaikan lt lebih rendah dibanding lb. Penyebabnya, "Harga produksi naik tipis, tetapi tertekan dengan kenaikan konsumsi rumah tangga," kata Suhariyanto, Rabu (1/8).

Sementara penurunan NTP perkebunan mengalami penurunan karena beberapa komoditas mengalami penurunan harga. Di antaranya, kelapa sawit, kopi, kelapa, tembakau, dan cengkeh.

Sedangkan kenaikan NTP peternakan, terjadi karena hasil produknya, terutama ayam ras dan sapi potong mengalami peningkatan. Sehingga, lt lebih besar dibanding lb.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×