CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Setahun Jokowi-JK, PDI-P akui ada pelambatan


Kamis, 15 Oktober 2015 / 14:41 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Fraksi PDI Perjuangan mengakui adanya perlambatan dalam setahun kinerja pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla. Namun, PDI-P optimistis kinerja pemerintah akan segera meningkat dalam beberapa bulan mendatang. 

Ketua Fraksi PDI-P Olly Dondokambey mengatakan, perlambatan ini terjadi di antaranya karena pemerintah fokus kepada program-program jangka panjang seperti pembangunan infrastruktur. Belum lagi, ada perubahan sejumlah nomenklatur kementerian dan lembaga, hingga perubahan pada struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. 

"Hal-hal tersebut membuat setahun Jokowi-JK melambat, terutama di bidang ekonomi," kata Olly di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (15/10). 

Selain itu, lanjut Olly, komitmen pemerintah untuk membangun daerah dengan menyalurkan dana desa juga masih mengalami hambatan. Sebab, banyak daerah belum menyalurkan dana tersebut. 

"Daerah belum siap tiba-tiba dikasih dana desa, kaget. Akibatnya, penyerapan anggaran tidak maksimal," kata Anggota Komisi XI DPR ini. 

Selain itu, lanjut Olly, perlambatan ekonomi juga tidak bisa dilepaskan dari faktor eksternal, seperti krisis ekonomi global. Namun, Olly yakin kondisi seperti ini tidak akan berlangsung terlalu lama. 

"Buktinya dalam beberapa waktu terakhir ini rupiah sudah menguat terhadap dollar. Dalam akhir tahun sudah mulai terasa ada peningkatan," ujarnya. (Ihsanuddin)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×