kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Serapan perlindungan sosial paling besar, Bansos jadi fokus Jokowi 2021


Rabu, 04 November 2020 / 15:59 WIB
ILUSTRASI. Serapan perlindungan sosial paling besar, Bansos jadi fokus Jokowi 2021.


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Serapan anggaran perlindungan sosial dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjadi yang terbesar.

Berdasarkan data Satgas PEN, penyaluran anggaran PEN melalui program perlindungan sosial telah mencapai Rp 176,38 triliun atau sekitar 86,51%. Angka tersebut dari total pagu anggaran sebesar Rp 203,9 triliun.

"Kami juga melihat secara bulan ke bulan program perlindungan sosial yang dipimpin oleh Pak Ari Batubara ini memang penetrasinya paling baik," ujar Ketua Satgas PEN, Budi Gunadi Sadikin, saat konferensi pers, Rabu (4/11).

Budi bilang, program perlindungan sosial akan menjadi fokus pada tahun 2021. Hal itu sesuai dengan instruksi Presiden Joko Widodo dalam sidang kabinet paripurna.

Baca Juga: Ini perincian penyaluran anggaran PEN untuk perlindungan sosial

"Penyaluran PEN ini di tahun depan harus segera dimulai sejak sekarang, harus dipersiapkan dari sekarang dan program bansos yang dikedepankan," terang Budi.

Sebelumnya, Jokowi menekankan pentingnya upaya menggenjot pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempat. Jokowi berharap kuartal keempat ekonomi Indonesia bisa kembali positif.

Salah satu upaya yang akan dilakukan adalah mendorong belanja. Terutama yang berkaitan dengan konsumsi rumah tangga yang amblas minus 4%.

"Sehingga menjadi kewajiban kita semuanya untuk memperkuat demand sehingga konsumsi ini akan menjadi lebih baik," terang Jokowi.

Selain itu, persiapan belanja pada 2021 pun harus dilakukan. Sehingga belanja kementerian dan lembaga dapat dilakukan lebIh cepat pada kuartal pertama tahun 2021.

Selanjutnya: Jokowi menyebut program perlindungan sosial sudah berjalan baik, ini rinciannya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×