kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.861   2,00   0,01%
  • IDX 6.207   79,50   1,30%
  • KOMPAS100 826   18,42   2,28%
  • LQ45 620   9,06   1,48%
  • ISSI 216   0,24   0,11%
  • IDX30 350   2,76   0,80%
  • IDXHIDIV20 428   1,66   0,39%
  • IDX80 94   1,37   1,48%
  • IDXV30 118   -0,30   -0,26%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Semester I-2024, APBN Catat Defisit Rp 77,3 Triliun Setara 0,34% dari PDB


Selasa, 09 Juli 2024 / 06:00 WIB
Semester I-2024, APBN Catat Defisit Rp 77,3 Triliun Setara 0,34% dari PDB
ILUSTRASI. Kemenkeu mencatat APBN 2024 defisit Rp 77,3 triliun pada semester I-2024.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2024 defisit sebesar Rp 77,3 triliun pada semester I-2024.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, defisit anggaran per Juni 2024 tersebut setara 0,34% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Ini berbeda jika dibandingkan dengan kondisi APBN per Juni 2023 yang mengalami surplus Rp 152,3 triliun atau 0,71% PDB.

Baca Juga: Sri Mulyani Optimistis Ekonomi Tumbuh di Atas 5% di Kuartal II-2024

"Total postur dari APBN 2024 semester I adalah defisit Rp 77,3 triliun," ujar Sri Mulyani dalam Rapat Kerja Badan Anggaran DPR RI, Senin (8/7).

Defisit APBN ini disebabkan karena pendapatan negara yang turun, sementara belanja negara meningkat.

Sri Mulyani mengatakan, pendapatan negara per Juni 2024 tercatat mencapai Rp 1.320,7 triliun atau  turun 6,2% yoy dari periode yang sama tahun lalu. Realisasi ini setara 47,1% dari target APBN 2024 sebesar Rp 2.802,3 triliun.

Sementara itu, realisasi belanja negara mencapai Rp 1.398 triliun atau meningkat 11,3% yoy dari periode sama tahun lalu.  Realisasi ini setara 42% dari target APBN 2024 sebesar Rp 3.325,1 triliun.

Baca Juga: Hingga Akhir 2023, Total Aset Negara Capai Rp 13.072,8 Triliun

"Dibandingkan tahun lalu, ini pertumbuhan belanja yang cukup tinggi double digit 11,3%. Tahun lalu semester I kita belanja Rp 1.255,7 triliun atau hanya 40,3%," katanya.

Dengan kinerja APBN tersebut, Sri Mulyani menyebut keseimbangan primer masih mencatatkan surplus sebesar Rp 162,7 triliun. Sementara, pembiayaan anggaran mencapai Rp 168 triliun atau 32,1% APBN 2024.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×