kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Sementara, hot money masuk Rp 33 triliun


Kamis, 18 Februari 2016 / 17:54 WIB


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Adi Wikanto

JAakarta. Belum pulihnya perekonomian global ternyata membawa berkah bagi aliran dana ke dalam negeri.

Termasuk juga sejumlah kebijakan moneter yang dilakukan Jepang, yang menetapkan suku bunga negatif.

Bank Indonesia (BI) menyebutkan, kalau sepanjang januari hingga saat ini (year to date) jumlah aliran dana asing masuk atau hot money sudah mencapai Rp 33 triliun.

"Aliran dana masuk terjadi di pasar Surat Berharga Negara (SBN), pasar obligasi korporasi dan pasar saham," kata Gubernur BI Agus Martowardojo, Kamis (18/2) di Jakarta.

Kondisi itu membaik dibandingkan dengan tahun 2015 lalu.

Data BI menyebutkan aliran dana di pasar SBN pada tahun 2015 juga mencatat positif.

Sementara untuk pasar obligasi swasta masih tercatat negatif.

Membaiknya aliran dana masuk alias capital inflow ini mendorong perbaikan untuk proyeksi nilai tukar rupiah tahun ini.

BI memperkirakan nilai tukar rupiah akan menguat dari proyeksi semula.

Catatan saja, nilai tukar rupiah sepanjang Januari 2016 ini telah menguat 0,1% menjadi Rp 13.775 per Dollar AS.

Sebelumnya pada triwulan IV 2015 lalu, menguat sebesar 6,27% secara pont to point (ptp), dan mencapai level Rp 13.785 per Dollar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×