kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Selasa, kubu Jokowi jamin tak ada relawan ke KPU


Minggu, 20 Juli 2014 / 11:30 WIB
ILUSTRASI. Sinopsis film Para Betina Pengikut Iblis, film horor thriller Indonesia terbaru di bioskop yang dibintangi Adipati Dolken, Mawar De Jongh dan Hanggini.


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Sekretaris Tim Pemenangan Joko Widodo-Jusuf Kalla, Patrice Rio Capella menjamin tak akan ada kelompok relawannya yang mendatangi Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) di hari pengumuman pemenang Pemilu Presiden 2014 pada 22 Juli. Menurut Rio, relawan Jokowi-JK yang ada di lokasi nanti merupakan relawan yang tak terdaftar.

Rio menjelaskan, tim pemenangan nasional dan seluruh partai pendukung Jokowi-JK telah mengeluarkan instruksi pada seluruh kelompok relawan untuk tidak datang ke KPU di hari tersebut. Akan tetapi, instruksi itu hanya diberikan pada kelompok relawan yang terdaftar dalam tim kampanye nasional Jokowi-JK.

"Kita pastikan relawan yang terdaftar tidak akan ada pengerahan massa. Tapi kalau ada yang datang dan mengenakan atribut, harus dipertanyakan motivasinya apa," kata Rio, saat dihubungi, Minggu (20/7).

Sekretaris Jenderal DPP Partai Nasdem itu mengungkapkan, pihaknya tak bertanggung jawab pada kehadiran simpatisan Jokowi-JK yang nantinya tetap hadir di Gedung KPU. Pasalnya, para simpatisan itu dipastikan tak terdaftar dan kemungkinan besar menggunakan atribut Jokowi-JK yang diperoleh di masa kampanye sebelumnya.

"Semua relawan seluruh Indonesia sudah kita minta untuk tidak datang ke Gedung KPU. Kalau mau lihat penghitungan atau pengumuman pemenang, kan lebih enak dari televisi," kata dia.

Sebelumnya, calon presiden Joko Widodo mengimbau seluruh masyarakat memberi kepercayaan penuh pada KPU dalam menjalankan proses penghitungan suara hasil Pemilu Presiden 2014. Atas dasar itu, Jokowi meminta seluruh masyarakat untuk beraktivitas seperti biasa pada hari pengumuman penghitungan suara 22 Juli nanti.

"Saya mengimbau dan meminta dengan sangat kepada seluruh kader partai pendukung dan relawan Jokowi-JK di seluruh Tanah Air agar tetap melaksanakan kegiatan sehari-hari sebagaimana biasa, dan tidak perlu menghadiri pengumuman rekapitulasi suara di KPU pada 22 Juli (2014)," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, kepercayaan dari masyarakat akan menciptakan situasi kondusif untuk KPU menyelesaikan tugasnya dengan baik. Selain itu, potensi terjadinya hal-hal yang tak diinginkan juga dapat ditekan. ( Indra Akuntono)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×