Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada kuartal II-2026 yang terkontraksi 7,8% secara tahunan (year on year/yoy) dinilai mencerminkan mulai tertahannya ekspansi sektor usaha domestik.
Kepala Ekonom Bank Central Asia (BCA) David Sumual menilai penurunan investasi domestik tersebut sejalan dengan kecenderungan pelaku usaha yang mulai menahan ekspansi sejak paruh pertama tahun ini.
Menurutnya, pelaku usaha memilih lebih berhati-hati dalam menanamkan modal di tengah tekanan terhadap profitabilitas, pelemahan permintaan, hingga meningkatnya ketidakpastian prospek bisnis.
Baca Juga: Prabowo Minta Peremajaan Tebu Dipercepat, Target Tuntas Dalam Dua Tahun
"Pelaku usaha memang cenderung menahan ekspansi sejak semester I-2026. Pelemahan marjin akibat harga barang input yang naik lebih tinggi dibanding harga jual, penurunan permintaan terutama untuk ekspor, dan de-stocking setelah lonjakan inventori pada kuartal sebelumnya menjadi penyebab penurunan ekspansi usaha," ujar David kepada Kontan, Jumat (17/7/2026).
David mengatakan, kondisi yang dihadapi pelaku usaha saat ini mulai dipersepsikan sebagai tantangan yang bersifat struktural, bukan sekadar perlambatan siklus ekonomi jangka pendek. Hal tersebut tercermin dari mulai dilakukannya pengurangan jumlah tenaga kerja di sejumlah perusahaan.
Menurut David, langkah efisiensi yang ditempuh banyak korporasi besar juga berisiko memunculkan fenomena paradox of thrift. Ketika banyak perusahaan secara bersamaan memangkas belanja, investasi, dan perekrutan tenaga kerja, aktivitas ekonomi secara keseluruhan justru dapat semakin melambat.
Akibatnya, sentimen dunia usaha berpotensi terus melemah dan berdampak pada investasi domestik dalam beberapa waktu ke depan.
"Dengan demikian, kontraksi PMDN dapat terus berlanjut, sehingga respons kebijakan pemerintah yang pro-industri dan pro-investment akan semakin diperlukan," jelasnya.
Baca Juga: Presiden Prabowo Akan Bangun hingga 50 Pabrik Etanol, Kejar Implementasi Bensin E20
Sebagai informasi, data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan realisasi PMDN pada kuartal II-2026 mencapai Rp 254,1 triliun, turun 7,8% secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 275,5 triliun.
Secara kumulatif, realisasi PMDN pada semester I-2026 tercatat Rp 502,9 triliun atau turun 1,5% yoy dibandingkan semester I-2025 sebesar Rp 510,3 triliun. Porsi PMDN terhadap total investasi nasional pun menyusut dari 54,1% menjadi 49,8% pada semester I-2026.
Bahkan, pada kuartal II-2026 kontribusi PMDN terhadap total investasi nasional turun lebih dalam, dari 57,7% pada periode yang sama tahun lalu menjadi hanya 49,6%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_24062609492500.jpg)
