kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.690.000   11.000   0,41%
  • USD/IDR 17.910   -29,00   -0,16%
  • IDX 6.410   65,94   1,04%
  • KOMPAS100 845   12,09   1,45%
  • LQ45 640   9,44   1,50%
  • ISSI 222   2,82   1,29%
  • IDX30 359   5,14   1,45%
  • IDXHIDIV20 438   4,81   1,11%
  • IDX80 96   1,44   1,52%
  • IDXV30 120   0,97   0,81%
  • IDXQ30 114   1,39   1,23%

Presiden Prabowo Akan Bangun hingga 50 Pabrik Etanol, Kejar Implementasi Bensin E20


Jumat, 17 Juli 2026 / 19:19 WIB
Presiden Prabowo Akan Bangun hingga 50 Pabrik Etanol, Kejar Implementasi Bensin E20
ILUSTRASI. Pemerintah akan membangun sedikitnya 30 hingga 50 pabrik etanol baru guna mempercepat pengembangan bioetanol nasional. ? (TV Parlemen/dok)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto memutuskan pemerintah akan membangun sedikitnya 30 hingga 50 pabrik etanol baru guna mempercepat pengembangan bioetanol nasional. 

Langkah ini ditempuh untuk mendukung implementasi bahan bakar bensin dengan campuran etanol hingga 20% (E20) sekaligus memperkuat ketahanan energi dalam negeri. 

Ia menyampaikan pemerintah telah melihat kesiapan menuju implementasi E10 atau bensin dengan campuran etanol sebesar 10%.

“Hari ini kita dipaparkan, saya melihat pameran, sudah mampu menuju E10, etanol 10. Jadi nanti bensin bisa dicampur etanol,” ujar Prabowo saat memimpin Panen Raya Serentak di Seluruh Indonesia bersama TNI, Jumat (17/7/2026).

Baca Juga: Kuasa Hukum Mengaku Syok Don Ritto Langsung Ditahan Kejagung Usai Pelimpahan Perkara

Menurut Prabowo, pemerintah tidak akan berhenti pada E10. Indonesia ditargetkan mampu meningkatkan campuran bioetanol hingga mencapai E20 seperti yang telah diterapkan sejumlah negara.

“Kita bisa sampai E20. Butuh pabrik. Tadi pabriknya yang baru kita miliki baru satu pabrik. Tadi saya putuskan kita akan bangun minimal 30 pabrik. Kalau perlu sampai 50 pabrik,” katanya.

Prabowo mencontohkan India telah menerapkan E20, sementara Brasil bahkan telah menggunakan campuran etanol hingga E100. Karena itu, ia optimistis Indonesia juga mampu mengejar pengembangan bioetanol nasional.

Baca Juga: Kemendag Optimistis Ekspor Sawit Tetap Tumbuh di Tengah Perluasan EUDR

“India sudah E20. Brasil sudah E100. Masa Indonesia enggak bisa? Indonesia bisa,” tegasnya.

Ia menilai pembangunan pabrik etanol akan menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian sebagai bahan baku bioetanol.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU

[X]
×