kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Sektor gula dibuka 100% untuk asing, ini syaratnya


Senin, 18 Januari 2016 / 17:40 WIB


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM) bersama  Kementerian Koordinator bidang Perekonomian telah menyepakati sejumlah perubahan industri terkait Daftar Negatif Investasi (DNI). Salah satunya terkait investasi di sektor gula. 

Di sektor gula, bisnis gula pasir, termasuk gula kristal putih, gula kristal rafinasi, dan gula kristal mentah mengalami perubahan. 

"Sekarang (kepemilikan asing) 95% dibuka menjadi 100%," kata Franky Sibarani, Kepala Badan Koordinator Penanaman Modal (BKPM), Senin (18/1). 

Hanya saja, penekananya ada pada kemitraan di perkebunan, yaitu sekitar 20%-30%.

Pada aturan DNI saat ini, investor asing bisa mengempit 95% saham di bisnis gula dengan perizinan khusus. Bagi mereka yang mendirikan pabrik baru maupun perluasan wajib mengembangkan perkebunan tebu milik sendiri sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. 

Nah, pada revisi kali ini, investor harus menggandeng mitra di dalam negeri untuk pengembangan perkebunan tebu tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×