Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presidensi G20 Indonesia menempatkan transformasi digital sebagai salah satu sektor prioritas yang akan dibahas pada agenda G20 tahun ini.
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Bidang Digital dan Sumber Daya Manusia Dedy Permadi dalam seminar bertajuk Seminar Pembukaan Recover Together, Recover Stronger: G20 dan Agenda Strategis Indonesia Kamis (17/3) mengatakan saat ini potret sektor digital global dan Indonesia semuanya menunjukan kesimpulan yang sama. Bahwa sektor digital berkontribusi besar terhadap pemulihan ekonomi di era pandemi.
Dia menambahkan pada tahun 2021 saat berbagai sektor lain alami kelumpuhan ada satu sektor yang lebih menonjol yaitu sektor infokom atau sektor digital.
Baca Juga: Sokong Pemulihan Ekonomi Indonesia, BI Siapkan 5 Kebijakan Strategis
“Kenapa kami sampaikan sebagai sektor yang menonjol karena di tahun 2021 sektor ini menjadi satu satunya sektor yang tumbuh positif dua digit selama tiga kuartal berturut turut,” Imbuh Dedy.
Dedi menjelaskan, melihat pertumbuhan year on yearnya tahun 2020 dibanding tahun 2021 pertumbuhan sektor infokom ini mencapai 10,58%. Dibandingkan sektor lain yang tidak ada satupun mengalami pertumbuhan positif selama lebih dari dua kuartal berturut turut
Berdasarkan pernyataan di atas dapat disimpulkan sektor digital menyimpan optimisme bahwa sebetulnya ketika pandemi melanda ketika semua orang dibatasi oleh ruang geraknya. Masih menyiratkan satu peluang ketika orang bisa bermigrasi dari ruang fisik ke ruang digital. Bermigrasi dari ruang ruang yang tadinya harus berinteraksi secara langsung kemudian bisa berpindah ke ruang digital.
Dedy mengatakan melihat potret UMKM sebelum pandemi pada tahun 2019 terdapat 9 juta UMKM yang go digital dan pada saat itu UMKM Indonesia berjumlah sekitar 64 juta. Dan itu menyumbang sekitar 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDP) Indonesia.
Baca Juga: Pemerintah Targetkan Sektor Pertanian Tumbuh 3,6% - 4% Tahun Ini
Lebih lanjut dia menambahkan ketika tahun 2022 awal jumlah UMKM yang go digital ternyata bertambah dengan sangat cepat dari 9 juta sebelum pandemi menjadi 17 juta. Artinya ada peningkatan sekitar 8 juta UMKM yang go digital sepanjang covid.
Dedy menambahkan, perbandingan 17 juta UMKMdengan 64 juta UMKM yang ada di Indonesia. Maka memang baru sekitar 26% UMKM yang sudah go digital. Artinya masih ada 74% yang belium memanfaatkan di era digital di Indonesia, tetapi hal ini menunjukan adanya peluang digital bagi perekonomian Indonesia.
“Dengan dua data yang saya sampaikan itu sesuai dengan tema G20 recovery together, recovery stronger bahwa kita memiliki salah satu peluang sangat besar untuk pemulihan ekonomi pasca pandemic covid 19 yaitu sektor digital dan sektor digital membantu kita untuk bangkit kembali di tengah pandemi dengan memanfaatkan ruang ruang digital yang ada,” tutup Dedy
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













