kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

SBY ucapkan welcome home kepada Sri Mulyani


Selasa, 08 November 2011 / 10:46 WIB
ILUSTRASI. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR). KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali ke tanah air. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun langsung memberikan salam hangat kepada Managing Director World Bank itu.

"Welcome home, selamat datang kembali," kata SBY saat bertemu Sri Mulyani di kantor Presiden, Selasa (8/11).

Sri Mulyani bertemu SBY dengan mengenakan setelan batik coklat tampak santai berjabat tangan dengan SBY. "Apa kabar bapak," katanya saat berjabat tangan.

Sri Mulyani didampingi lima rekannya dari Bank Dunia. Di antaranya Special Assistant to the Managing Director Robert Shaum, Country Director World Bank Indonesia Stefan Koeberle, Lead Economist World Bank Shubaum Chaudhuri, Sustainable Development Manager Worl Bank Franz Drees Gross dan Country Program Coordinator World Bank Mark Hagerstom.

Pertemuan dengan SBY dan Sri Mulyani ini juga didampingi Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar dan Menteri Perdagangan Gita Wirjawan. Pertemuan berlangsung pukul 10.15 wib.

Dalam sesi perkenalan, SBY menceritakan dirinya habis mengikuti pertemuan G20 di Cannes, Perancis. Dia bercerita, pertemuan itu banyak membahas soal kondisi ekonomi global saat ini terlebih situasi ekonomi Eropa diambang krisis.

Kedatangan Sri Mulyani ke Indonesia dalam rangka menghadiri ASEAN Ministry Finance Investor Seminar 2011. Dia juga telah bertukar pikiran dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo dalam membahas krisis ekonomi global, kemarin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×