kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

SBY: Subsidi BBM mini, pertumbuhan bisa lebih 6,4%


Selasa, 07 Agustus 2012 / 11:13 WIB
ILUSTRASI. Produsen Vivere, PT Gema Graha Sarana Tbk


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, pertumbuhan ekonomi bisa lebih tinggi bila beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) yang ditanggung pemerintah lebih kecil. Dengan beban subsidi yang besar, dia mengatakan, peluang untuk keperluan lain seperti pembangunan infrastruktur akan semakin berkurang.

Dengan anggaran infrastruktur yang berkurang ini, SBY mengatakan akan menghambat dan mengganggu investasi. "Investasi terganggu maka pertumbuhan terhambat. Selanjutnya lapangan pekerjaan juga terganggu," kata SBY saat memimpin rapat koordinasi energi dan sumber daya mineral di kantor pusat Pertamina, Selasa (7/8).

Kemarin, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal kedua 2012 sebesar 6,4%. Pertumbuhan ekonomi ini lebih tinggi ketimbang kuartal pertama 2012 yang sebesar 6,3%.

Dalam APBN-P 2012, besaran anggaran subsidi BBM sebesar Rp137 triliun dan subsidi listrik sebesar Rp 64,9 triliun. Subsidi ini melonjak dibandingkan dalam APBN 2012 sebesar Rp123 triliun untuk subsidi BBM dan Rp45 triliun untuk subsidi listrik. Kenaikan subsidi ini seiring dengan melambungnya harga minyak.

Oleh karena itu, SBY sangat mengarisbawahi pentingnya mengelola urusan subsidi BBM dan listrik. "Bayangkan kalau urusan yang bisa ganggu investasi bisa beres, tidak perlu kuatir dengan turunnya ekspor. Pertumubuhan itu, bisa lebih tinggi lagi," katanya.

Para Maret 2012 lalu, pemerintah sebelumnya sempat mengusulkan menaikkan harga BBM bersubsidi. Namun, usulan tersebut ditampik oleh DPR. Alhasil untuk mengurangi subsidi, pemerintah membatasi konsumsi BBM subsidi bagi kendaraan plat merah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×