kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   10.000   0,38%
  • USD/IDR 16.910   28,00   0,17%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

SBY segera bentuk ditjen khonghucu di kemenag


Jumat, 07 Februari 2014 / 21:21 WIB
SBY segera bentuk ditjen khonghucu di kemenag
ILUSTRASI. Lemon


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Permintaan umat Khonghucu agar bisa memiliki Direktorat Jenderal Agama Khonghucu di Kementerian Agama direspons positif oleh pemerintah.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, telah meneruskan keinginan umat Khonghucu itu kepada Menko Kesra Agung Laksono.

"Saya sudah merespons dengan baik untuk didirikan Direktorat Jenderal Agama Khonghucu. Saya sudah sampaikan kepada Menko Kesra. Mudah-mudahan dalam waktu tidak terlalu lama sudah bisa diwujudkan," ujar Presiden dalam sambutan Perayaan Tahun Baru Imlek 2565 di Jakarta Convention Center, Jumat (7/2) sore.

Agung Laksono hadir dalam perayaan tersebut. Ia menggantikan Menteri Agama yang tengah berhalangan dan duduk di barisan depan persis di samping Wakil Presiden Boediono.

Presiden mengatakan, bahwa umat Khonghucu telah memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan agama lain dihadapan undang-undang dan hukum. Hal ini terlihat dari perayaan Tahun Baru Imlek ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Umat Khonghucu, juga bisa leluasa mencantumkan agamanya di KTP. Perkawinan dalam Khonghucu pun dapat dicatatkan dalam catatan sipil.

Selain itu, pelajaran Khonghucu dapat diajarkan di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi. "Selain merupakan pengakuan dan penghormatan kepada etnis Tionghoa, juga menjadi mozaik terpadu dari etnis bangsa kita dan menunjukkan makin kokohnya bangsanya kita yang multi budaya," ujar SBY.

Bahkan SBY mempersilakan umat Khonghucu mendirikan sekolah sendiri seperti agama-agama lainnya di Indonesia. "Silahkan, terbuka jalan lebar untuk mendirikan sekolah Khonghucu," tegas SBY.

Tahun baru imlek, lanjut Presiden SBY, menjadi momentum bagi umat Khonghucu untuk melakukan refleksi dan evaluasi. Imlek juga merupakan titik tolak untuk menumbuhkan semangat baru, harapan baru dan merajut kebersamaan sesama warga bangsa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×