CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

SBY raih "Piala Oscar" drama politik UU Pilkada


Sabtu, 27 September 2014 / 15:08 WIB
ILUSTRASI. PLN memproyeksikan penurunan konsumsi listrik nasional selama periode libur Lebaran tahun ini. KONTAN/Cheppy A. Muchlis/20/10/2015


Sumber: Kompas.com | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Peneliti senior LIPI Ikrar Nusa Bakti menyebut, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah memenangkan ‘Piala Oscar’ sebagai aktor dalam drama politik UU Pemilihan Kepala Daerah. Hal itu menyusul sikap SBY yang mengaku kecewa atas hasil keputusan pengesahan UU Pilkada oleh DPR tersebut.

“Sebuah drama dari aktor politik yang boleh dikatakan sekarang memegang Oscar. Sayangnya itu bukan dalam aktor pemain film yang baik tapi dalam drama politik yang sangat buruk,” kata Ikrar dalam sebuah diskusi di Jakarta, Sabtu (27/9/2014).

Menurut Ikrar, jika SBY ingin memperbaiki citra politiknya, maka ia dapat melakukan dua hal. Pertama, SBY melalui DPP Partai Demokrat dapat memberikan sanksi tegas kepada anggota Fraksi Demokrat yang memilih walkout saat pengambilan keputusan UU Pilkada. Kedua, SBY diharapkan dapat membuktikan kekecewaannya itu dengan memerintahkan salah seorang anggotanya untuk mengajukan uji materi (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi.

Ikrar mengatakan, jika kedua hal itu tidak dilakukan, maka kekecewaan SBY atas hasil UU Pilkada hanya sebatas pencitraan semata.

“Selama dia masih tidak bisa membuktikan itu maka selama itu pula dia sedang bermain drama politik,” katanya. (Dani Prabowo)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×