kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Gempa Sumba Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami, BMKG: Waspadai Bangunan Retak


Minggu, 04 Oktober 2026 / 10:43 WIB
Gempa Sumba Barat Daya Tak Berpotensi Tsunami, BMKG: Waspadai Bangunan Retak
ILUSTRASI. BMKG (Dok/BMKG.go.id)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,1 yang kemudian diperbarui menjadi M5,9 mengguncang wilayah pantai barat daya Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/10/2026) pagi.

Gempa terjadi pada pukul 05.55.52 WIB. Berdasarkan hasil pemodelan BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Plh. Deputi Bidang Geofisika BMKG Ardhasena Sopaheluwakan mengatakan, pusat gempa berada di laut pada koordinat 9,84° Lintang Selatan dan 118,90° Bujur Timur. Lokasi tersebut berjarak sekitar 59 kilometer arah barat daya Kodi, Sumba Barat Daya, dengan kedalaman 30 kilometer.

“Gempa bumi ini merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif yang diduga berasosiasi dengan Sesar Waikabubak,” kata Ardhasena dalam keterangan resminya, Minggu (4/10).

Baca Juga: Pendidikan Khusus Profesi Advokat 585 Peserta Catat Rekor MURI Peserta Terbanyak

Berdasarkan analisis mekanisme sumber, gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan turun atau normal fault.

Guncangan gempa dirasakan di sejumlah wilayah dengan intensitas berbeda. Kodi Balaghar, Kodi Bangedo, dan Kodi di Kabupaten Sumba Barat Daya menjadi wilayah yang merasakan guncangan terkuat, yakni mencapai skala VI Modified Mercalli Intensity (MMI).

Pada skala tersebut, sebagian besar masyarakat terkejut dan berlari keluar rumah. Sementara itu, guncangan dengan skala IV MMI dirasakan di Tambolaka, Waikabubak, Waibakul, dan Raba. Adapun Kota Bima merasakan guncangan pada skala III MMI.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan, guncangan gempa menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan rumah warga dan fasilitas sekolah di Desa Perokonda, Kecamatan Kodi, Kabupaten Sumba Barat Daya.

Selain gempa utama, BMKG juga mencatat adanya aktivitas gempa susulan. Hingga pukul 08.05 WIB, tercatat sedikitnya 62 gempa susulan dengan kekuatan berkisar M1,5 hingga M4,3.

Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG Teguh Rahayu mengatakan, berdasarkan laporan sementara hingga pukul 08.40 WIB, terdapat kerusakan di sejumlah wilayah dengan kategori sedang.

“Satu orang mengalami luka ringan,” ujar Teguh.

BMKG melalui Stasiun Geofisika Sumba Timur akan terus melakukan pemantauan terhadap aktivitas gempa dan turun ke lapangan untuk melakukan survei dampak gempa secara lebih komprehensif.

BMKG juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan menghindari bangunan yang mengalami keretakan maupun kerusakan akibat gempa. Masyarakat diminta tidak memasuki bangunan yang kondisinya berpotensi membahayakan.

BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya terkait gempa maupun potensi tsunami. Informasi resmi mengenai perkembangan aktivitas gempa dapat diperoleh melalui kanal resmi BMKG.

Baca Juga: Insentif SPPG MBG Berubah! Kini Rp2.000 per Porsi Mulai 5 Oktober

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×