kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

SBY: Pemerintah bertekad ciutkan defisit anggaran menjadi 0%


Selasa, 09 Agustus 2011 / 21:17 WIB
ILUSTRASI. Temulawak dan kunyit


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Djumyati P.

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan pemerintah bertekad untuk terus mengecilkan defisit anggaran menuju 0%. Tujuannya menuju yang dicita-citakan yakni yang disebut anggaran berimbang.

"Kita ingin sungguh-sungguh makin ke depan menyusutkan menuju anggaran berimbang. Agar apa yang kita terima, itulah yang kita belanjakan. kita ingin menuju 0 (nol) defisit bujet," kata SBY saat memberikan pengarahan kepada peserta pendidikan singkat angkatan XVII Lemhanas, di Istana Negara, Selasa (9/8).

Langkah menuju anggaran berimbang dengan menggenjot penerima negara baik melalui pajak ataupun bukan pajak. "Yang masih tercecer di mana-mana ayolah bayar pajak. yang non pajak yang belum terkonsolidasi supaya masuk penerimaan negara akan tinggi," katanya.

Satu lagi yang perlu ditekankan, yakni jangan ada pemborosan, korupsi, ataupun penyimpangan lainnya. SBY menegaskan harus mengutamakan prioritas yang optimal, efisien.

Apabila itu terwujud, maka secara fundamental ekonomi nasional dapat dikatakan kuat. SBY menjelaskan situasi gejolak ekonomi saat ini membuktikan negara yang selama ini dikenal kuat akhirnya berjatuhan kena badai krisis. Ini karena defisit anggarannya terlampau besar.

Makanya dirinya menekankan agar pemerintah memiliki kebijakan yang prinsipnya dapat memproteksi sendiri. SBY menegaskan dengan menargetkan angka defisit anggaran untuk tahun 2012 pada posisi 1,5% sudah cukup ideal.

"Kalau gonjang-ganjing dengan keadaan seperti itu tidak perlu khawatir dengan rush, capital outflow kemudian terguncangnya indikator ekonomi melihat perfoma ekonomi kita turun," jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×