kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.616.000   15.000   0,58%
  • USD/IDR 18.111   28,00   0,15%
  • IDX 6.186   94,98   1,56%
  • KOMPAS100 811   14,88   1,87%
  • LQ45 619   12,34   2,03%
  • ISSI 214   3,34   1,59%
  • IDX30 349   7,21   2,11%
  • IDXHIDIV20 430   7,44   1,76%
  • IDX80 93   1,76   1,94%
  • IDXV30 117   2,05   1,78%
  • IDXQ30 112   2,25   2,06%

SBY: Lebih baik bertinju ketimbang tawuran


Rabu, 27 April 2011 / 15:53 WIB
ILUSTRASI. Ellen May, Pengamat Pasar Modal dan pendiri Ellen May Institute. 


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Lebih baik berolahraga tinju ketimbang tawuran. Pasalnya, bertinju bisa membawa harum nama bangsa dan negara.

Begitu pesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat bertemu dua petinju nasional Chris John dan M. Rachman. "Bagi putra putri bangsa yang hobinya berkelahi masuk bela diri, tinju, jangan berkelahi," kata SBY, Rabu (27/4).

SBY mengatakan tawuran antara kampung yang kerap terjadi merupakan sikap tidak kesatria. "Tawuran tidak ada pahalanya tapi kalau masuk tinju apalagi mengalahkan bangsa lain merap putih dapat berkibar," paparnya.

SBY memaparkan untuk meraih prestasi tidak memandang usia. Dia mencontohkan, Chris John yang berusia 31 tahun sudah dapat meraih dan mempertahankan gelar juara dunia kelas bulu WBA. Sedangkan M Rachman dengan usia relatif tua 39 tahun merebut juara dunia kelas terbang mini WBA dari petinju asal Thailand. "Tidak boleh dikotomikan satu dengan lain karena usia, semua berprestasi," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×