kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.612.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.983   12,00   0,07%
  • IDX 6.196   -118,88   -1,88%
  • KOMPAS100 811   -18,90   -2,28%
  • LQ45 615   -12,33   -1,97%
  • ISSI 214   -4,08   -1,87%
  • IDX30 346   -6,54   -1,86%
  • IDXHIDIV20 428   -6,37   -1,47%
  • IDX80 93   -2,15   -2,27%
  • IDXV30 117   -1,73   -1,46%
  • IDXQ30 111   -1,86   -1,65%

SBY ingatkan dampak redenominasi terhadap inflasi


Selasa, 29 Januari 2013 / 17:07 WIB
ILUSTRASI. Ini ciri-ciri hubungan toksik dan cara mencegahnya agar tidak terjebak.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Edy Can


JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terbuka dengan usulan penyederhanaan nilai mata uang alias redenominasi. Namun, SBY mengingatkan dampak inflasi yang muncul akibat kebijakan redenominasi itu.

Staf Khusus Presiden Bidang Ekonomi dan Pembangunan Firmanzah mengatakan, peringatan SBY itu disampaikan dalam rapat kerja, Senin (28/1) lalu. Menurutnya, kebijakan redenominasi ini membutuhkan perencanaan dan proses yang matang.

Dia mencontohkan kasus yang terjadi di Perancis saat memutuskan menggantikan mata uang franc ke euro. Ketika itu, pemerintah memerintahkan ritel memotong harga di pasar sampai 10% untuk menjaga inflasi. "Yang penting purchasing power parity harus dijaga dan kebijakan yang kiranya bisa menimbulkan inflasi menjadi tinggi perlu kami waspadai. Apapun itu," jelasnya.

Saat ini, sikap Istana menunggu pembahasan dan persetujuan dari DPR perihal redenominasi. Menteri Keuangan Agus Martowardojo sendiri sudah menyampaikan RUU Redenominasi rupiah ke DPR dan sudah masuk dalam program legislatif nasional (prolegnas) tahun 2013.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Legacy Data-Driven Forecasting: Prediksi Penjualan Lebih Akurat, Keputusan Bisnis Lebih Tepat

[X]
×