kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.955   108,00   0,61%
  • IDX 5.889   -305,94   -4,94%
  • KOMPAS100 780   -43,96   -5,33%
  • LQ45 591   -28,72   -4,64%
  • ISSI 204   -10,98   -5,12%
  • IDX30 335   -14,44   -4,13%
  • IDXHIDIV20 414   -13,76   -3,21%
  • IDX80 89   -4,95   -5,29%
  • IDXV30 113   -4,58   -3,90%
  • IDXQ30 109   -3,81   -3,39%

SBY: Inflasi itu musuh ekonomi dan masyarakat


Rabu, 21 Mei 2014 / 10:42 WIB
ILUSTRASI. Promo KFC Akhir Tahun Ekstra 1 Ayam Tiap Beli Super Besar 2 (dok/BCA)


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyoni (SBY) hari ini meresmikan pelaksanaan rapat koordinasi nasional ke-V Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) tahun 2014. Rapat kali ini mengambil tema memperkuat koordinasi pusat dan daerah untuk mempercepat kerjasama dalam upaya menjaga stabilitas harga, serta meningkatkan perekonomian daerah.

Dalam sambutannya, SBY mengatakan pengendalian inflasi menjadi penting. Karena jika kenaikan harga tidak stabil dan naik tajam akan mengganggu perekonomian. "Stabilitas harga menjadi faktor paling penting dalam perekonomian," ujar SBY, Rabu (21/5) di Jakarta.

Menurutnya inflasi sebagai musuh ekonomi dan musuh masyarakat. Sebab seberapa besar peningkatan pendapatan seseorang, jika harga mengalami kenaikan lebih tinggi, maka kenaikan pendapatan tersebut akan sia-sia.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan keberadaan TPID di tahun 2013 lalu mampu menekan inflasi di level 8,3%. Padahal pada saat itu pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi.

Jika dibandingkan dengan inflasi pada tahun 2005, yang juga terjadi kenaikan harga BBM bersubsidi, inflasi di tahun 2013 tersebut jauh lebih rendah. Karena inflasi di tahun 2005 menyentuh level double digit.

 TPID di beberapa daerah, menurut Agus telah menerapkan sejumlah kebijakan guna menjaga kestabilan harga. Beberapa kebijakan diantaranya yaitu pembangunan pasar bersubsidi, mengendalikan biaya pendidikan dan menjaga harga di tingkat petani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×