kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

SBR007 resmi dijual, Kemkeu targetkan Rp 2 triliun


Kamis, 11 Juli 2019 / 13:22 WIB
SBR007 resmi dijual, Kemkeu targetkan Rp 2 triliun

Berita Terkait

Reporter: Grace Olivia | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Keuangan kembali menerbitkan Savings Bond Ritel (SBR) seri SBR007. Instrumen surat utang ritel ini mulai ditawarkan pada hari ini, Kamis (11/7) hingga Kamis (25/7) mendatang.

Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan mematok kupon sebesar 7,50%. Pembayaran pertama kupon jatuh pada 10 September nanti, lalu seterusnya dibayarkan pada tanggal 10 setiap bulannya.


Direktur Jenderal DJPPR Luky Alfirman mengatakan, pemerintah masih menetapkan target indikatif yang sama dengan sebelumnya untuk SBR007.

“Untuk instrumen ritel konvensional dan non-tradable seperti SBR ini kami masih memasang target yang sama yaitu Rp 2 triliun,” ujar Luky usai acara peluncuran SBR007, Kamis (11/7).

Meski tingkat kupon yang ditawarkan lebih rendah dari SBR seri sebelumnya, Luky menilai, minat investor masih akan cukup besar. Sebab, tingkat imbal hasil (yield) obligasi pemerintah di pasar sekunder juga makin menurun.

Selain itu, pemerintah juga menggandeng lebih banyak mitra distribusi (midis) dalam penerbitan SBR007 ini. Tercatat enam midis baru tersebut yaitu PT Bank CIMB Niaga, PT Bank DBS Indonesia, PT Bank HSBC Indonesia, PT Bahana Sekuritas, PT Bank OCBC NISP dan PT Bank Panin.

“Setahun ini tetap bank paling tinggi untuk transaksi maupun nominal penjualan SBR ritel. Meski minat dari fintech juga membesar porsinya, tapu memang masih lebih besar dari bank,” jelas Luky.

Dengan bertambahnya midis yang turut serta menjual SBR, pemerintah meyakini penjualan SBN ritel yang keenam tersebut tetap ramai.

Asal tahu saja, penerbitan SBR seri 006 sebelumnya pemerintah mengumpulkan Rp 2,26 triliun dari investor ritel.

Meski lebih rendah dari penerbitan SBR005 yang mencapai Rp 4 triliun, namun realisasi tersebut melampaui target indikatif pemerintah yang sebesar Rp 2 triliun.





Close [X]
×