kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Sanitasi Permukiman Butuh Rp 55 triliun


Selasa, 08 Desember 2009 / 13:34 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Umar Idris

JAKARTA. Pekerjaan rumah pemerintah dalam lima tahun mendatang cukup
banyak. Salah satunya adalah program percepatan pembangunan sanitasi
permukiman (PPSP).

Program itu membutuhkan biaya yang cukup besar. "Program ini butuh dana sebesar
Rp 55 triliun," ujar Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, seusai pembukaan Konferensi Sanitasi Nasional di Istana Wakil Presiden, Selasa (8/12).

Armida bilang, dana sebesar itu tidak bisa sepenuhnya dipenuhi pemerintah. Karena itu, kata Armida, pemerintah membutuhkan peran serta swasta dan Pemerintah daerah (Pemda) untuk ambil bagian dalam program PPSP tersebut.

Armida menambahkan, saat ini Bappenas berkoordinasi dengan Departemen
Pekerjaan Umum dan Departemen Keuangan untuk merumuskan skema bantuan
bagi Pemda. Sebab, Pemda menjadi pelopor dalam program pembangunan
sanitasi permukiman di daerah . "Dari sisi pendanaan memiliki komitmen tinggi untuk tingkatkan kualitas sanitasi di daerah," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×