kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.949   -61,00   -0,36%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Sanitasi Permukiman Butuh Rp 55 triliun


Selasa, 08 Desember 2009 / 13:34 WIB
Sanitasi Permukiman Butuh Rp 55 triliun


Reporter: Hans Henricus | Editor: Umar Idris

JAKARTA. Pekerjaan rumah pemerintah dalam lima tahun mendatang cukup
banyak. Salah satunya adalah program percepatan pembangunan sanitasi
permukiman (PPSP).

Program itu membutuhkan biaya yang cukup besar. "Program ini butuh dana sebesar
Rp 55 triliun," ujar Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, seusai pembukaan Konferensi Sanitasi Nasional di Istana Wakil Presiden, Selasa (8/12).

Armida bilang, dana sebesar itu tidak bisa sepenuhnya dipenuhi pemerintah. Karena itu, kata Armida, pemerintah membutuhkan peran serta swasta dan Pemerintah daerah (Pemda) untuk ambil bagian dalam program PPSP tersebut.

Armida menambahkan, saat ini Bappenas berkoordinasi dengan Departemen
Pekerjaan Umum dan Departemen Keuangan untuk merumuskan skema bantuan
bagi Pemda. Sebab, Pemda menjadi pelopor dalam program pembangunan
sanitasi permukiman di daerah . "Dari sisi pendanaan memiliki komitmen tinggi untuk tingkatkan kualitas sanitasi di daerah," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×