CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Sanitasi Permukiman Butuh Rp 55 triliun


Selasa, 08 Desember 2009 / 13:34 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Umar Idris

JAKARTA. Pekerjaan rumah pemerintah dalam lima tahun mendatang cukup
banyak. Salah satunya adalah program percepatan pembangunan sanitasi
permukiman (PPSP).

Program itu membutuhkan biaya yang cukup besar. "Program ini butuh dana sebesar
Rp 55 triliun," ujar Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, seusai pembukaan Konferensi Sanitasi Nasional di Istana Wakil Presiden, Selasa (8/12).

Armida bilang, dana sebesar itu tidak bisa sepenuhnya dipenuhi pemerintah. Karena itu, kata Armida, pemerintah membutuhkan peran serta swasta dan Pemerintah daerah (Pemda) untuk ambil bagian dalam program PPSP tersebut.

Armida menambahkan, saat ini Bappenas berkoordinasi dengan Departemen
Pekerjaan Umum dan Departemen Keuangan untuk merumuskan skema bantuan
bagi Pemda. Sebab, Pemda menjadi pelopor dalam program pembangunan
sanitasi permukiman di daerah . "Dari sisi pendanaan memiliki komitmen tinggi untuk tingkatkan kualitas sanitasi di daerah," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×