kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Sanitasi Permukiman Butuh Rp 55 triliun


Selasa, 08 Desember 2009 / 13:34 WIB


Reporter: Hans Henricus | Editor: Umar Idris

JAKARTA. Pekerjaan rumah pemerintah dalam lima tahun mendatang cukup
banyak. Salah satunya adalah program percepatan pembangunan sanitasi
permukiman (PPSP).

Program itu membutuhkan biaya yang cukup besar. "Program ini butuh dana sebesar
Rp 55 triliun," ujar Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Armida Alisjahbana, seusai pembukaan Konferensi Sanitasi Nasional di Istana Wakil Presiden, Selasa (8/12).

Armida bilang, dana sebesar itu tidak bisa sepenuhnya dipenuhi pemerintah. Karena itu, kata Armida, pemerintah membutuhkan peran serta swasta dan Pemerintah daerah (Pemda) untuk ambil bagian dalam program PPSP tersebut.

Armida menambahkan, saat ini Bappenas berkoordinasi dengan Departemen
Pekerjaan Umum dan Departemen Keuangan untuk merumuskan skema bantuan
bagi Pemda. Sebab, Pemda menjadi pelopor dalam program pembangunan
sanitasi permukiman di daerah . "Dari sisi pendanaan memiliki komitmen tinggi untuk tingkatkan kualitas sanitasi di daerah," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×