kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.650.000   17.000   0,65%
  • USD/IDR 18.087   -43,00   -0,24%
  • IDX 5.924   11,92   0,20%
  • KOMPAS100 771   1,79   0,23%
  • LQ45 589   1,88   0,32%
  • ISSI 204   0,51   0,25%
  • IDX30 334   0,92   0,28%
  • IDXHIDIV20 413   1,96   0,48%
  • IDX80 88   0,34   0,39%
  • IDXV30 112   1,14   1,02%
  • IDXQ30 107   0,13   0,12%

Sama-sama tertekan corona, Jokowi buka opsi gabungkan BUMN pariwisata dan penerbangan


Kamis, 06 Agustus 2020 / 10:35 WIB
ILUSTRASI. Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2020).


Reporter: Abdul Basith Bardan | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Joko Widodo membuka opsi menggabungkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pariwisata dan penerbangan. Hal itu sebagai salah satu upaya dalam perbaikan di kedua sektor tersebut. 

Saat ini akibat pandemi virus corona (Covid-19) kedua sektor itu mengalami tekanan yang berat. "Kemungkinan untuk menyatukan BUMN penerbangan dan pariwisata sehingga arahnya semakin kelihatan," ujar Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka, Kamis (6/8).

Baca Juga: Ekonomi Indonesia turun 5,32%, Jokowi perbaiki sektor pariwisata dan penerbangan

Jokowi menilai penggabungan BUMN akan membuat manajemen lebih terintegrasi. Integrasi diharapkan bisa tercipta dari hulu hingga ke hilir.

Hal tersebut dinilai Jokowi belum pernah dilakukan oleh pemerintah. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menargetkan integrasi bisa berjalan hingga ke sektor pengelolaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di kawasan pariwisata.

"Ini yang tidak pernah dilakukan, mulai dari manajemen airlines, manajemen bandaranya, manajemen pelayanan penerbangannya yang tersambung dengan manajemen destinasi, tersambung dengan manajemen hotel dan perjalanan dan bahkan sampai kepada manajemen produk lokal dan industri kreatif yang kita miliki," terang Jokowi.

Baca Juga: Prediksi ekonomi kuartal II-2020 meleset, ini yang dilakukan Sri Mulyani

Asal tahu saja saat ini industri pariwisata dan penerbangan sendiri sedang turun cukup dalam. Berdasarkanm data Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah wisatawan mancanegara pada kuartal kedua 2020 sebesar 482.000 turun hingga 87% year on year.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×