kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.818   -10,00   -0,06%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Rupiah Tertekan, Intervensi Perlu Diperkuat dan Suku Bunga SBN Dinaikkan


Minggu, 28 September 2025 / 11:26 WIB
Rupiah Tertekan, Intervensi Perlu Diperkuat dan Suku Bunga SBN Dinaikkan
ILUSTRASI. Merujuk data Bloomberg, Jumat (26/9/2025), kurs rupiah ditutup melemah 0,07% ke level Rp 16.738 per dolar AS. Selama sepekan, rupiah spot melemah 0,8%.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah keteteran menghadapi mata uang dolar Amerika Serikat dalam sepekan ini.

Merujuk data Bloomberg, Jumat (26/9/2025), kurs rupiah ditutup melemah 0,07% ke level Rp 16.738 per dolar AS. Selama sepekan, rupiah spot melemah 0,8%.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, untuk fase pasar yang sensitif seperti saat ini, ada beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan. Pertama, stabilisasi lewat intervensi valuta asing (valas) dan instrumen lindung nilai jangka pendek untuk menenangkan volatilitas nilai tukar serta memastikan ketersediaan likuiditas dolar bagi kebutuhan impor dan pembayaran utang valas korporasi.

“Langkah ini memang sudah ditempuh BI dan perlu dilanjutkan secara terukur sambil menjaga cadangan devisa,” tutur Josua kepada Kontan, Sabtu (27/9/2025).

Baca Juga: Tertekan Dolar AS dan Internal, Begini Prediksi Rupiah, Senin (29/9/2025)

Kedua, menyeimbangkan likuiditas rupiah di pasar uang agar premi suku bunga rupiah tetap menarik pasca pemangkasan kebijakan ini membantu menutup celah imbal hasil terhadap dolar.

Ketiga, penyangga sentimen melalui operasi di pasar SBN bila terjadi pengetatan keuangan domestik yang berlebihan akibat arus keluar portofolio, supaya transmisi ke biaya pembiayaan korporasi dan APBN tidak makin memperlemah rupiah.

Josua menilai imbal hasil surat berharga negara (SBN) 10 tahun juga perlu terdorong ke kisaran 6,4% ketika outflow asing berlanjut dan rupiah melemah ke sekitar Rp 16.774 per dollar AS.

“Ini untuk memperkuat urgensi penyangga likuiditas lintas pasar,” tambahnya.

Josua menekankan di atas semua langkah tersebut, penguatan komunikasi kebijakan, terutama terkait kepastian arah fiskal, penting untuk menurunkan premi risiko yang kini ikut membebani rupiah seiring meningkatnya persepsi risiko kebijakan di Indonesia.

Baca Juga: Chatib Basri Beberkan Efek Kenaikan Bunga Deposito Valas Bikin Rupiah Jadi Loyo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×