kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.130   16,00   0,09%
  • IDX 7.500   41,69   0,56%
  • KOMPAS100 1.037   8,08   0,79%
  • LQ45 746   -0,12   -0,02%
  • ISSI 272   3,24   1,21%
  • IDX30 399   -1,25   -0,31%
  • IDXHIDIV20 486   -4,46   -0,91%
  • IDX80 116   0,59   0,51%
  • IDXV30 135   0,10   0,08%
  • IDXQ30 128   -1,20   -0,93%

Rupiah Tertekan, Intervensi Perlu Diperkuat dan Suku Bunga SBN Dinaikkan


Minggu, 28 September 2025 / 11:26 WIB
Rupiah Tertekan, Intervensi Perlu Diperkuat dan Suku Bunga SBN Dinaikkan
ILUSTRASI. Merujuk data Bloomberg, Jumat (26/9/2025), kurs rupiah ditutup melemah 0,07% ke level Rp 16.738 per dolar AS. Selama sepekan, rupiah spot melemah 0,8%.


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Nilai tukar rupiah keteteran menghadapi mata uang dolar Amerika Serikat dalam sepekan ini.

Merujuk data Bloomberg, Jumat (26/9/2025), kurs rupiah ditutup melemah 0,07% ke level Rp 16.738 per dolar AS. Selama sepekan, rupiah spot melemah 0,8%.

Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, untuk fase pasar yang sensitif seperti saat ini, ada beberapa langkah yang bisa dipertimbangkan. Pertama, stabilisasi lewat intervensi valuta asing (valas) dan instrumen lindung nilai jangka pendek untuk menenangkan volatilitas nilai tukar serta memastikan ketersediaan likuiditas dolar bagi kebutuhan impor dan pembayaran utang valas korporasi.

“Langkah ini memang sudah ditempuh BI dan perlu dilanjutkan secara terukur sambil menjaga cadangan devisa,” tutur Josua kepada Kontan, Sabtu (27/9/2025).

Baca Juga: Tertekan Dolar AS dan Internal, Begini Prediksi Rupiah, Senin (29/9/2025)

Kedua, menyeimbangkan likuiditas rupiah di pasar uang agar premi suku bunga rupiah tetap menarik pasca pemangkasan kebijakan ini membantu menutup celah imbal hasil terhadap dolar.

Ketiga, penyangga sentimen melalui operasi di pasar SBN bila terjadi pengetatan keuangan domestik yang berlebihan akibat arus keluar portofolio, supaya transmisi ke biaya pembiayaan korporasi dan APBN tidak makin memperlemah rupiah.

Josua menilai imbal hasil surat berharga negara (SBN) 10 tahun juga perlu terdorong ke kisaran 6,4% ketika outflow asing berlanjut dan rupiah melemah ke sekitar Rp 16.774 per dollar AS.

“Ini untuk memperkuat urgensi penyangga likuiditas lintas pasar,” tambahnya.

Josua menekankan di atas semua langkah tersebut, penguatan komunikasi kebijakan, terutama terkait kepastian arah fiskal, penting untuk menurunkan premi risiko yang kini ikut membebani rupiah seiring meningkatnya persepsi risiko kebijakan di Indonesia.

Baca Juga: Chatib Basri Beberkan Efek Kenaikan Bunga Deposito Valas Bikin Rupiah Jadi Loyo

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×