kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.913   43,00   0,24%
  • IDX 5.643   -177,60   -3,05%
  • KOMPAS100 728   -24,24   -3,22%
  • LQ45 553   -19,90   -3,47%
  • ISSI 197   -4,65   -2,31%
  • IDX30 314   -10,96   -3,37%
  • IDXHIDIV20 389   -11,74   -2,93%
  • IDX80 83   -2,75   -3,22%
  • IDXV30 107   -1,77   -1,63%
  • IDXQ30 102   -3,08   -2,93%

Rupiah terperosok, Menkeu belum lapor Jokowi


Senin, 08 Juni 2015 / 18:29 WIB
ILUSTRASI. Pesepak bola Timnas Indonesia Saddil Ramdani (kiri) berselebrasi usai mencetak gol ke gawang Filipina dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia putaran kedua di Stadion Rizal Memorial, Manila, Filipina, Selasa (21/11/2023). Indonesia dan Filipina bermain imbang dengan skor akhir 1-1. ANTARA FOTO/HO-PSSI/mrh/rwa.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Nilai tukar rupiah terus melemah, tertekan penguatan mata uang Dollar Amerika Serikat (AS). Bahkan berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) rupiah berada di level Rp 13.360 per dollar AS.

Meski demikian, Menteri Keuangan (Menkeu) belum juga melaporkan kondisi tersebut kepada presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurut staf ahli kepresidenan bidang komunikasi Teten Masduki, presiden belum bisa memberikan tanggapan mengenai kondisi rupiah, sebelum mendapat penjelasan dari Menkeu.

"Kita masih menunggu laporan Menkeu, nanti setelah itu baru bisa kita tanggapi," ujar Teten, Senin (8/6) di Istana Negara, Jakarta.

Kondisi ini mungkin terbentur jadwal Menkeu yang cukup padat. Dalam beberapa hari terakhir, Menkeu Bambang Brodjonegoro memang sibuk mengunjungi beberapa pertemuan di luar negeri. Bahkan, hari ini Bambang disibukan oleh kegiatannya terkait pembahasan anggaran di dewan Perwakilan Rakyat (DPR).


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×