kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.831.000   -26.000   -0,91%
  • USD/IDR 17.055   55,00   0,32%
  • IDX 6.989   -37,36   -0,53%
  • KOMPAS100 965   -5,89   -0,61%
  • LQ45 708   -6,82   -0,95%
  • ISSI 250   -1,40   -0,56%
  • IDX30 388   -0,50   -0,13%
  • IDXHIDIV20 481   -1,39   -0,29%
  • IDX80 109   -0,72   -0,66%
  • IDXV30 133   -0,62   -0,46%
  • IDXQ30 126   -0,40   -0,32%

Rupiah Masih Melemah, DPR Minta BI Intervensi Lebih Agresif


Rabu, 04 Februari 2026 / 08:09 WIB
Rupiah Masih Melemah, DPR Minta BI Intervensi Lebih Agresif
ILUSTRASI. Rupiah melemah 0,15 persen terhadap Dolar AS (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menyoroti tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang dipicu ketidakpastian pasar keuangan global. Ia menegaskan perlunya langkah yang lebih berani dan taktis dari Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah volatilitas yang meningkat.

Menurut Misbakhun, kondisi global saat ini, mulai dari kebijakan high for longer The Fed hingga tensi geopolitik, menuntut respons kebijakan moneter yang tidak biasa. Ia menilai otoritas moneter tidak boleh pasif menunggu pasar menyesuaikan diri secara alami.

“BI perlu melakukan intervensi yang lebih agresif namun tetap terukur, baik di pasar valas maupun obligasi. Volatilitas yang dibiarkan terlalu liar akan membentuk sentimen negatif di pasar," kata Misbakhun dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/2/2025).

Ia menyebut bahwa BI punya instrumen yang lengkap dan cadangan devisa yang memadai untuk memastikan rupiah tidak tertekan berlebihan hingga berdampak ke sektor riil dan daya beli masyarakat.

Baca Juga: Kasus Saham Gorengan Multi Makmur (PIPA): Bareskrim Tetapkan 3 Tersangka

Menurutnya, stabilisasi nilai tukar bukan semata persoalan pergerakan angka, tetapi juga menjaga kepercayaan investor dan pelaku usaha. Karena itu, Misbakhun mendorong optimalisasi instrumen moneter seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan instrumen pro-market lainnya untuk menarik kembali capital inflow sekaligus menahan capital outflow.

Di sisi lain, Misbakhun menggarisbawahi kuatnya fundamental ekonomi nasional. Ia menilai Indonesia menunjukkan ketahanan yang relatif lebih baik dibanding negara-negara peer, tercermin dari pertumbuhan ekonomi yang tetap positif, inflasi yang terjaga dalam sasaran, serta kinerja neraca perdagangan yang solid.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Optimistis Pertumbuhan Ekonomi 2025 Capai Target 5,2%

“Fundamental ekonomi kita tidak rapuh. Di tengah ketidakpastian global yang menekan banyak negara, Indonesia menunjukkan resiliensi yang kuat. Ini modal besar yang harus terus dikapitalisasi, sembari BI meredam gejolak nilai tukar agar tidak mengganggu capaian ekonomi yang sudah berada di jalur yang tepat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Misbakhun menegaskan Komisi XI DPR RI akan terus mengawal dan mendukung langkah strategis BI dan pemerintah dalam bauran kebijakan fiskal dan moneter. Menurutnya sinergi antarlembaga dinilai krusial untuk memitigasi risiko global dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×