kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Rieke pernah dimintai uang saat menggugat ke MK


Rabu, 09 Oktober 2013 / 16:16 WIB
Rieke pernah dimintai uang saat menggugat ke MK
ILUSTRASI. WHO) mengatakan, ada 780 kasus cacar monyet yang dikonfirmasi di negara-negara di mana virus biasanya tidak ditemukan. CDC/Handout via REUTERS


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Mantan Calon Gubernur Jawa Barat Rieke Diah Pitaloka mengaku pernah dimintai uang oleh oknum dari Mahkamah Konstitusi (MK) sebesar Rp 20 miliar saat melakukan gugatan ke MK.

"Nggak langsung ke saya, katanya sekitar Rp 20 miliar. Waktu disampaikan ke saya, saya bilang kalau 20 ember saya punya," ujar Rieke di kantor DPP PDI Perjuangan, Lenteng Agung, Jakarta, Rabu (9/10).

Menurut Rieke, dirinya serta merta menolak permintaan tersebut. Ia juga mengatakan sejak awal Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri melarang untuk menggunakan cara-cara kotor seperti itu.

"Pesan Ibu Mega, kalau harus bayar-bayar segala, mending tidak usah menang. Saya setuju dengan Ibu Mega, saya tidak ingin menang dengan cara yang tidak benar. Kemenangan yang transaksional akan lahirkan pemerintahan yang transaksional," tuturnya.

Ia mengatakan kekuasaan politik itu bukan sebuah tujuan, namun sebuah sarana untuk mencapai tujuan. Yang utama adalah menciptakan Rakyat yang berkeadilan sosial.

"Politik soal publik, saya punya tanggung jawab sebagai wakil rakyat yang dipilih secara sah, legal tanpa transaksional oleh rakyat. Tugas-tugas berat sudah menanti," katanya. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×