Reporter: Shifa Nur Fadila | Editor: Noverius Laoli
Kemudian, agenda ketiga adalah perdamaian dan stabilitas kawasan.
Menurut Ma’ruf Amin, kemitraan ASEAN-Jepang harus dapat menjadi penggerak stabilitas dan perdamaian kawasan serta penerapan hukum internasional secara konsisten.
Salah satu syarat penting dalam pembangunan adalah kondisi damai dan stabil. Situasi konflik di belahan dunia lain berpotensi membawa dampak ke kawasan, sehingga ASEAN harus tetap berpegang teguh pada prinsip perdamaian dan mempersiapkan resiliensi terhadap berbagai gejolak.
Baca Juga: 10 Tahun Pembangunan Infrastruktur, Menteri Basuki: Tidak Ada Kendala Pembiayaan
Pada kesempatan ini, para pemimpin ASEAN menyampaikan apresiasi atas dukungan Jepang terhadap ASEAN Centrality dan mekanisme yang dipimpin ASEAN melalui sinergi Free and Open Indo Pacific dengan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific, serta partisipasi dalam ASEAN Regional Forum dan ASEAN Defense Ministers’ Meeting Plus.
Selain itu, Jepang secara konsisten juga memberikan dukungan terhadap inisiatif-inisiatif kawasan, seperti pada Emergency Rice Reserve dalam kerangka ASEAN Plus Three, penguatan kerja sama keamanan siber, dan peningkatan kapasitas melalui ASEAN Japan Cybersecurity Capacity Building Center.
Para pemimpin juga mendorong Jepang untuk mendukung ketahanan dan transisi energi kawasan melalui inisiatif ASEAN Power Grid.
Baca Juga: Iriana Jokowi: Saya Minta Maaf Kalau Ada Salah Selama Ini
Jepang merupakan mitra ekonomi penting ASEAN, dengan nilai total perdagangan mencapai US$ 239,47 miliar dan investasi sebesar US$ 14,54 miliar di tahun 2023, menjadikannya mitra dagang terbesar keempat dan sumber FDI terbesar kelima kawasan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News