kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.669.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Gandeng Swasta, Pemkot Semarang Siapkan Proyek LRT Rp 14,76 Triliun


Minggu, 10 Agustus 2025 / 13:37 WIB
Gandeng Swasta, Pemkot Semarang Siapkan Proyek LRT Rp 14,76 Triliun
ILUSTRASI. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan rencana pembangunan kereta api ringan (light rail transit/LRT) sepanjang 78,4 kilometer


Reporter: Leni Wandira | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang menyiapkan rencana pembangunan kereta api ringan (light rail transit/LRT) sepanjang 78,4 kilometer dengan estimasi investasi mencapai Rp 14,76 triliun. Proyek ini akan digarap melalui skema kerja sama pemerintah daerah dengan badan usaha (KPDBU) untuk menggaet partisipasi swasta.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, proyek ini telah dibicarakan bersama PT Kereta Api Indonesia (KAI). Menurutnya, pendanaan tidak mungkin sepenuhnya mengandalkan APBD.

Mission impossible kalau pemerintah daerah membayar semua investasi proyek LRT Semarang. Ini harus ada investasi swasta,” kata Agustina dalam diskusi Masa Depan Mobilitas Kota, Jumat (8/8/2025).

LRT Semarang dirancang memiliki sembilan koridor yang menghubungkan pusat kota di Simpang Lima hingga kawasan Penggaron. Pada tahap awal, dua koridor akan dikerjakan lebih dulu, yakni rute Simpang Lima–Tawang–Poncol (8 km) dan Simpang Lima–Bandara Ahmad Yani (9,8 km).

Baca Juga: Progres LRT Jakarta Fase 1B Capai 61,79%, Fokus Konektivitas dan Keberlanjutan

Agustina mengungkapkan, moda LRT menjadi strategi untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di Semarang dalam 5 tahun–10 tahun mendatang. Kota ini diproyeksikan akan menghadapi lonjakan kendaraan seiring pertumbuhan penduduk, pariwisata, dan aktivitas ekonomi.

"Kalau kami tidak menambah moda transportasi publik, lalu lintas Semarang bisa sama macetnya dengan Surabaya atau Jakarta,” ujarnya.

Selain LRT, Pemkot Semarang juga mengkaji pengadaan bus rapid transit (BRT) bertenaga listrik. Bahkan, jalur trem lama di kota tersebut berpotensi direaktivasi untuk menunjang layanan LRT.

Sementara itu, Direktur Jenderal Integrasi Transportasi Multimoda Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Risal Wasal menyampaikan, pemerintah pusat belum bisa memastikan bentuk dukungan konkret terhadap proyek ini. Namun, konsep pengembangan LRT Semarang telah dibahas bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA).

“Mereka sudah punya konsep untuk pengembangan dan reaktivasi jalur, termasuk dengan DJKA,” ujar Risal.

Jika terealisasi, LRT Semarang akan menjadi moda transportasi rel perkotaan kedua di luar Jakarta setelah LRT Palembang, sekaligus menandai keterlibatan swasta dalam proyek transportasi massal skala besar di Jawa Tengah.

Baca Juga: Summarecon Gelontorkan Rp 20 Miliar untuk Dapat Hak Nama di Stasiun LRT Jakarta

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies Investing From Zero

[X]
×