kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

RI Komitmen Rampungkan Ratifikasi I-EAEU FTA, Bidik Peningkatan Perdagangan


Kamis, 02 Juli 2026 / 16:48 WIB
RI Komitmen Rampungkan Ratifikasi I-EAEU FTA, Bidik Peningkatan Perdagangan
ILUSTRASI. Presiden Prabowo Subianto (TV Parlemen/dok)


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk mempercepat proses ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA) sebagai upaya memperkuat hubungan dagang dengan Belarus dan negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU).

Komitmen tersebut disampaikan Prabowo dalam pernyataan pers bersama Presiden Belarus, Alexander Lukashenko usai pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026). 

Menurutnya, perjanjian perdagangan bebas tersebut diharapkan menjadi pendorong peningkatan perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi kedua negara.

“Di bidang perdagangan kami mengapresiasi Belarus telah menyelesaikan proses ratifikasi perjanjian Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement. Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut,” ujar Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Terima Presiden Belarus di Istana Negara, Perkuat Kerja Sama Bahan Baku Pupuk

Ia mengatakan penyelesaian ratifikasi oleh Belarus menjadi sinyal positif bagi implementasi perjanjian perdagangan bebas tersebut. Pemerintah Indonesia kini berkomitmen menuntaskan proses ratifikasi agar manfaat ekonomi dari perjanjian dapat segera dirasakan.

Prabowo menilai implementasi I-EAEU FTA akan membuka peluang yang lebih luas bagi produk Indonesia untuk memasuki pasar negara-negara anggota EAEU, sekaligus memperkuat hubungan ekonomi dengan Belarus.

Selain perdagangan, kedua negara juga sepakat memperluas kemitraan ekonomi yang mendukung agenda pembangunan nasional masing-masing. Kerja sama akan difokuskan pada pengembangan industri, modernisasi pertanian, penguatan rantai pasok, serta pengembangan teknologi.

Di sektor industri, Prabowo melihat peluang besar untuk meningkatkan investasi dan membangun joint venture antara pelaku usaha Indonesia dan Belarus, khususnya di bidang manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri.

Baca Juga: Prabowo Persilakan Presiden Belarus Menginap di Istana Negara, Jadi yang Pertama

Sementara di sektor ketahanan pangan, Indonesia dan Belarus akan memperkuat kolaborasi di bidang pertanian modern, penyediaan pupuk, teknologi pertanian, serta alat berat guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian.

Prabowo mengatakan penguatan hubungan ekonomi tersebut menjadi bagian dari Roadmap Penguatan Kerja Sama Indonesia-Belarus 2026–2030 yang diluncurkan kedua negara pada hari yang sama. Dokumen tersebut akan menjadi acuan pengembangan hubungan bilateral selama lima tahun ke depan.

Menurutnya, peta jalan tersebut mencerminkan komitmen Indonesia dan Belarus untuk membangun kerja sama yang lebih terarah dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara.

Selain membahas kerja sama ekonomi, kedua pemimpin negara juga menyepakati sejumlah dokumen kerja sama di bidang kesehatan, kebudayaan, sains dan teknologi, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, jasa keuangan, hingga pertahanan.

Prabowo berharap seluruh kesepakatan yang dicapai dalam kunjungan kenegaraan Presiden Lukashenko dapat segera diimplementasikan sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan perdagangan, investasi, serta kesejahteraan masyarakat di kedua negara.

Baca Juga: Prabowo Pastikan Akan Balas Kunjungan Kenegaraan Presiden Belarus

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU

[X]
×