Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto menyambut baik kemajuan pembahasan sistem pembayaran lintas batas berbasis kode QR (cross-border QR payment) antara Indonesia dan India. Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan kedua negara.
Hal itu disampaikan Prabowo dalam joint press statement usai pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Prabowo mengatakan penguatan kerja sama di sektor keuangan menjadi salah satu agenda yang dibahas kedua pemimpin dalam rangka memperdalam kemitraan strategis Indonesia dan India.
“Guna memperkuat kerja sama sektor keuangan, kami menyambut baik kemajuan pembahasan sistem pembayaran lintas batas berbasis QR (cross-border QR payment) antara Indonesia dan India,” ujar Prabowo.
Baca Juga: Modi Temui Prabowo, Indonesia-India Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga Pangan
Menurut Prabowo, sistem pembayaran tersebut diharapkan dapat mempermudah transaksi lintas negara, baik bagi masyarakat maupun pelaku usaha yang melakukan aktivitas ekonomi di kedua negara.
Ia menilai penerapan sistem pembayaran berbasis QR lintas batas juga akan meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan di tengah dinamika ekonomi global.
“Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan,” katanya.
Sebelumya, Bank Indonesia mencatat kinerja transaksi QRIS lintas negara juga terus menunjukkan pertumbuhan. Pada kuartal I-2026, volume transaksi QRIS inbound atau transaksi wisatawan asing di Indonesia mencapai 2,79 juta transaksi atau tumbuh 222% secara tahunan (year on year/yoy), dengan nilai nominal Rp 713,59 miliar.
Baca Juga: Presiden Prabowo Sambut Langsung PM India di Istana Merdeka
Sementara itu, volume transaksi QRIS outbound atau transaksi masyarakat Indonesia di luar negeri tercatat mencapai 737.647 transaksi dengan nilai Rp 249,26 miliar.
BI mencatat, volume transaksi pembayaran digital nasional pada triwulan I 2026 mencapai 14,82 miliar transaksi atau tumbuh 37,69% yoy. Adapun transaksi QRIS tumbuh lebih tinggi yakni mencapai 116,43% yoy.
Sejak diluncurkan pada 2020 hingga triwulan I 2026, QRIS telah digunakan oleh 61,7 juta pengguna dan menjangkau 44 juta merchant, mayoritas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Total transaksi QRIS sepanjang periode tersebut mencapai 31 miliar transaksi dengan nilai Rp 2.970 triliun.
Baca Juga: Prabowo Akan Terima Kunjungan Kenegaraan PM India, Delapan Kesepakatan Siap Diteken
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














