kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.759.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 18.062   62,00   0,34%
  • IDX 5.720   -221,51   -3,73%
  • KOMPAS100 756   -29,48   -3,75%
  • LQ45 571   -17,70   -3,01%
  • ISSI 198   -7,78   -3,78%
  • IDX30 324   -9,35   -2,80%
  • IDXHIDIV20 403   -9,02   -2,19%
  • IDX80 86   -3,07   -3,46%
  • IDXV30 110   -3,65   -3,22%
  • IDXQ30 105   -2,66   -2,47%

Respons Menkes terkait tudingan peneliti Harvard soal virus corona di Indonesia


Selasa, 11 Februari 2020 / 12:43 WIB
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengikuti rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/2/2020).


Sumber: Kompas.com | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto angkat bicara soal kekhawatiran peneliti Harvard karena belum terdeteksinya virus corona di Indonesia. Menurut peneliti Harvard, ada kemungkinan virus corona sebenarnya sudah menyebar tapi tak terdeteksi.

"Itu namanya menghina, wong peralatan kita kemarin di-fixed-kan dengan Duta Besar Amerika Serikat (AS). Kita menggunakan kit-nya (alat) dari AS," ujar Terawan seusai rapat di Kantor TNP2K, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Selasa (11/2/2020).

Baca Juga: Taiwan mendesak Filipina cabut larangan bepergian ke negaranya

Terawan mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah bekerja sesuai standar internasional dalam melakukan proses pengecekan virus corona. Tidak hanya peneliti Harvard, Terawan pun mempersilakan Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk melihat proses pengecekan yang dilakukan di Indonesia dengan alat yang mereka miliki.

"Kita terbuka kok, enggak ada yang ditutup-tutupi. Tapi kalau disuruh compare ke negara lain itu namanya ada MTA, material transfer agreement-nya. Tidak boleh material itu di bawa keluar, ada perjanjian luarnya," tutur dia.

Baca Juga: Roda ekonomi di China disebut stabil di tengah virus corona

Pada prinsipnya, kata Terawan, pihaknya sangat transparan sehingga mempersilakan apabila para peneliti Harvard itu ingin memeriksa laboratorium dan proses pemeriksaannya.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×