kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Rencana pembentukan BPD Banten dijerat KPK


Selasa, 01 Desember 2015 / 19:44 WIB


Reporter: Tri Sulistiowati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Banten memang telah lama menginginkan memiliki Bank Pembangunan Daerah (BPD). Namun, hari ini Selasa (1/12), Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi tangkap tangan dugaan suap terkait rencana tersebut. 

KPK dalam OTT hari ini, menangkap dua orang anggota DPRD Banten berinisial SMH dan TST. Seorang direktur perusahaan swasta daerah berinisial RT juga diamankan.

"Penangkapan dilakukan sekitar pukul 12.42 WIB dikawasan serpong, Tangerang," kata Johan Budi Plt Pimpinan KPK, Selasa (1/12).

Penangkapan tersebut dilakukan lantaran adanya dugaan tindak pidana korupsi terkait pembentukan BPD Banten. Diduga pemberian uang tersebut telah dilakukan lebih dari satu kali. Sayangnya, Johan kembali bungkam saat ditanyai seputar nilai komitmennya.

Dalam penangkapan tersebut, diamankan pula barang bukti sejumlah uang dalam pecahan US$ 100 dan rupiah. Johan bilang, sampai saat ini masih dilakukan penghitungan.

Sekarang ketiga orang tersebut masih dalam pemeriksaan di kantor KPK. Seperti biasanya, untuk pemeriksaan awal KPK memiliki waktu 1x 24 jam untuk menaikkan status terperiksa menjadi tersangka.

Pekan lalu, Pemerintah Provinsi Banten mengumumkan akan mencaplok 50% saham Bank Pundi untuk dijadikan BPD Banten. Namun, KPK belum memberi informasi apakah penangkapan ini terkait rencana pembelian bank tersebut. Meski akan membeli Bank Pundi, Banten tetap memegang saham di BPD Jabar Banten (BJB).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×