kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Rencana bea keluar batubara belum dibahas


Selasa, 17 Februari 2015 / 15:50 WIB
Rencana bea keluar batubara belum dibahas
ILUSTRASI. ALVA kolaborasi & serah terima motor listrik ALVA kepada Persyarikatan Muhammadiyah sebanyak 10 unit ALVA Cervo.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemkeu) belum membahas rencana pengenaan tarif bea keluar bagi batubara. Hingga saat ini belum ada usulan dari kementerian terkait mengenai rencana tersebut.

Staf Ahli bidang Penerimaan Negara Kemenkeu Astera Prima Bhakti mengatakan rencana pengenaan bea keluar bagi batubara sendiri belum akan diputuskan karena tergantung dari usulan kementerian teknis yaitu Kementerian ESDM. Saat ini, Kemkeu belum menerima usulan dari Kementerian ESDM. "Kalau sudah ada usulan baru kita bisa proses," ujarnya, Selasa (17/2).

Menurut Prima, instrumen bea keluar bukanlah instrumen penerimaan namun lebih kepada pengamanan terhadap pasar domestik. Sebagai informasi, pemerintah mewacanakan pengenaan bea keluar batubara.

Hal ini dilakukan untuk mengompensasi penerimaan dari minyak sawit yang terus menurun. Potensi penerimaan dari bea keluar batubara ini mencapai Rp 22 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×