kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Redenominasi akan Dibahas dalam RUU Mata Uang


Kamis, 05 Agustus 2010 / 16:38 WIB


Reporter: Martina Prianti | Editor: Edy Can

BOGOR. Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih Darmin Nasution mengatakan, BI akan segera melakukan proses tahapan redenominasi atau penyerderhanaan satuan rupiah pada awal tahun depan. Hal itu akan dilakukan setelah BI melanjutkan kajian mengenai rencana tersebut.

BI yakin wacana redenominasi itu sudah matang meskipun menimbulkan kontroversi di DPR maupun masyarakat. "Konsepnya kan sudah siap, tinggal kita laksanakan tahapan-tahapannya," ucap Darmin disela rapat kerja III Presiden dengan para menteri dan gubernur se Indonesia di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (5/8).

Darmin mengatakan, studi redenominasi akan dilakukan dalam waktu dekat dan singkat. Setelah itu, BI akan memaparkan hasil kajian dihadapan pemerintah dan DPR. "Paling lambat akhir tahun sudah selesai dan bisa segera kami sampaikan," lanjutnya.

Bila sudah selesai, BI akan mengusahakan redenominasi masuk dalam Rancangan Undang-Undang Mata Uang yang kini dibahas dengan DPR. Bank sentral juga akan mulai mensosialisasikan kepada masyarakat agar informasi bisa diterima dengan baik sekaligus menghilangkan penafsiran yang tidak benar. "Tahun depan mudah-mudahan sudah bisa melakukan sosialisasi ke seluruh daerah secara menyeluruh," kata mantan Direktur Jendral Pajak itu.

Berapa biaya sosialisasi itu, Darmin mengelak untuk menjawab. "Sosialisasi tidak perlu dari Jakarta. Kantor perwakilan BI di daerah bisa difungsikan," paparnya.

BI kemudian akan mencetak uang baru seusai seluruh proses selesai. "Mulai 2013 kita akan mencetak uang baru. Tiga tahun setelah itu, seluruh uang lama akan habis ditarik," kata Darmin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×