kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.064   4,00   0,02%
  • IDX 5.419   90,50   1,70%
  • KOMPAS100 699   13,14   1,91%
  • LQ45 544   8,54   1,59%
  • ISSI 186   4,13   2,28%
  • IDX30 305   4,25   1,41%
  • IDXHIDIV20 397   4,05   1,03%
  • IDX80 81   1,54   1,94%
  • IDXV30 111   1,46   1,34%
  • IDXQ30 101   1,44   1,45%

Realisasi belanja pemerintah pusat hingga Oktober baru 68% dari pagu


Senin, 18 November 2019 / 18:41 WIB
ILUSTRASI. Areal suasana aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (14/11/2019).


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi belanja pemerintah pusat mencapai Rp 1.121,1 triliun sampai Oktober 2019. 

Realisasi tersebut baru memenuhi 68,6% dari pagu yang ditetapkan dalam APBN 2019 yakni Rp 1.634,3 triliun, lebih lambat dari penyerapan di periode sama tahun sebelumnya yang mencapai 73,9% dari pagu. 

Baca Juga: Sri Mulyani telah cairkan dana desa Rp 52 triliun hingga Oktober 2019

Pertumbuhan realisasi belanja pemerintah pusat hingga Oktober tercatat 4,3% secara year-on-year (yoy), juga jauh lebih lambat dibandingkan pertumbuhan periode sama tahun lalu yang mencapai 19,6% yoy. 

Secara lebih rinci, penyerapan pada komponen belanja kementerian dan lembaga (K/L) mencapai Rp 633,5 triliun atau tumbuh 8% secara tahunan lebih lambat dari pertumbuhan periode sama tahun lalu yang mencapai 14,7% yoy. 

Meski begitu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, laju pertumbuhan belanja K/L masih sehat. 

“Kalau lihat dari persentase penyerapannya, belanja K/L sudah mencapai 74% terhadap total pagu. Ini sebetulnya lebih tinggi dibandingkan serapan periode yang sama tahun lalu di mana masih di bawah 70%,” kata dia, Senin (18/11). 

Baca Juga: Realisasi asumsi makro APBN 2019 hingga Oktober banyak meleset




TERBARU

[X]
×