kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.818.000   -42.000   -1,47%
  • USD/IDR 17.140   26,00   0,15%
  • IDX 7.489   30,34   0,41%
  • KOMPAS100 1.035   5,54   0,54%
  • LQ45 745   -1,77   -0,24%
  • ISSI 270   1,70   0,63%
  • IDX30 399   -1,06   -0,26%
  • IDXHIDIV20 487   -3,60   -0,73%
  • IDX80 116   0,30   0,26%
  • IDXV30 135   -0,21   -0,16%
  • IDXQ30 128   -1,04   -0,80%

Realisasi insentif untuk tenaga kesehatan di tahun 2020 mencapai 99,97%


Senin, 22 Maret 2021 / 17:26 WIB
ILUSTRASI. Tenaga kesehatan membereskan tempat tidur di ruang isolasi di Balai Desa Mindaka, Tarub, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Sabtu (13/3/2021). Realisasi insentif untuk tenaga kesehatan di tahun 2020 mencapai 99,97%.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

"Program internship dokter spesialis juga mendapatkan insentif tenaga kesehatan mereka didayagunakan di wahana memberikan pelayanan baik di Puskesmas maupun di rumah sakit ataupun di wahana yang lain seperti rumah sakit, atau wahana lain seperti rumah sakit darurat wisma atlet dan juga perluasan penugasan di wahana yang lain," jelasnya.

Adapun realisasi untuk Program Dokter Internship Indonesia (PIDI) sebesar Rp 237,334 miliar kepada 8.655 dokter internship.

Baca Juga: Menkes sebut telah bayar klaim rumah sakit untuk layanan Covid-19 Rp 5,23 triliun

Terkait santunan kematian hingga akhir 2020, sudah diberikan kepada 196 penerima. Kirana menyebut 17 orang yang belum menerima santunan lantaran dokumen yang diperlukan belum lengkap.

"Ada 213 telah diverifikasi data masuk 196 orang dibayar, ada 17 orang dokumen belum lengkap. Maka realisasi Rp 58,8 miliar atau 98%," kata Kirana.

Kemudian untuk realisasi insentif nakes di tingkat daerah tahun 2020, berdasarkan data Kementerian Keuangan memiliki pagu Rp 4,173 triliun.

Selanjutnya: Masyarakat pers apresiasi pemerintah atas vaksinasi wartawan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×