kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.310.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Realisasi Impor Beras Mencapai 659.000 Ton hingga 25 Februari 2024


Selasa, 27 Februari 2024 / 04:00 WIB
Realisasi Impor Beras Mencapai 659.000 Ton hingga 25 Februari 2024
ILUSTRASI. Realisasi impor beras sampai dengan Minggu (25/2) telah mencapai 659.000 ton. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/Spt.


Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perum Bulog melaporkan realisasi impor beras sampai dengan Minggu (25/2) telah mencapai 659.000 ton.  

Kepala Divisi Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog Epi Sulandari menegaskan realisasi impor tersebut merupakan bagian dari penugasan importasi beras pada tahun 2024. 

"Sampai 25 Februari 2024, sudah masuk beras pengadaan dari impor sebanyak 659.000 ton," kata Epi dalam Rakor Pengendalian Inflasi di Jakarta, Senin (26/2). 

Epi menegaskan stok impor ini dalam memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) untuk intervensi pasar salah satunya melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras. 

Baca Juga: Cadangan Beras Pemerintah 1,4 Juta Ton, Bulog: Penuhi Kebutuhan Ramadan dan Lebaran

"Arahan Presiden Jokowi, penyaluran SPHP agar dimaksimalkan sebesar 200.000 ton per bulan untuk periode Januari sampai Maret 2024," jelas Epi. 

Adapun realisasi SPHP per Minggu (25/2) telah mencapai 322.930 ton dan telah disalurkan baik ke pasar induk beras, pasar pasar tradisional langsung, dan pasar modern. 

Selain itu, Bulog juga menyalurkan SPHP kepada masyarakat langsung melalui program Bulog Siaga. Program tersebut bekerjasama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membanjiri stok. 

Tahun ini saja Perum Bulog mendapatkan penugasan impor sebanyak 3,6 juta ton. Sebanyak 2 juta ton telah diputuskan sejak tahun lalu. Kemudian 1,6 juta ton sisanya baru diputuskan pada awal Februari 2024 melalui rakor di tingkat Kementerian Koordinator Perekonomian. 

Saat ini, Bulog tengah menunggu perubahan dari neraca komoditas agar dapat diajukan permohonan persetujuan impor (PI) dari Kemendag. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×