Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan mencatat penyaluran bantuan sosial (bansos) mencapai Rp 115,8 triliun hingga akhir September 2026. Jumlah tersebut setara dengan 71,2% dari total anggaran bansos yang dialokasikan dalam APBN 2026 sebesar Rp 162,5 triliun.
Realisasi belanja bansos tersebut tumbuh 2,7% secara tahunan atau year on year (yoy). Peningkatan ini terutama didorong oleh penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk semester II 2026.
Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, anggaran bansos telah disalurkan melalui berbagai program bantuan reguler pemerintah, mulai dari bantuan bagi keluarga miskin, dukungan pendidikan, hingga pembiayaan jaminan kesehatan.
"Belanja bantuan sosial Rp 115,8 triliun, 71,2% dari APBN, termasuk untuk seluruh bansos reguler yang berjalan. Ada PKH, ada sembako, ada PIP, ada KIP Kuliah, ada PBI JKN dan seterusnya," ujar Suahasil dalam konferensi pers APBN KiTA Edisi Oktober, Jumat (9/10/2026).
Baca Juga: Kementan Genjot Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak Petelur
Secara terperinci, penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) mencapai Rp 21,8 triliun yang diberikan kepada 10 juta keluarga penerima manfaat (KPM). Program ini bertujuan membantu keluarga penerima dalam memenuhi kebutuhan hidup minimal.
Sementara itu, realisasi program sembako tercatat sebesar Rp 28,2 triliun untuk 17,6 juta KPM. Bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat.
Di sektor pendidikan, pemerintah telah menyalurkan Program Indonesia Pintar (PIP) sebesar Rp 11,1 triliun kepada 16 juta siswa dari keluarga miskin dan rentan miskin. Program ini diharapkan dapat mendukung akses pendidikan bagi kelompok masyarakat tersebut.
Adapun penyaluran Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah mencapai Rp 14,4 triliun kepada 878.000 mahasiswa dari keluarga miskin dan rentan miskin. Bantuan ini ditujukan untuk membantu mahasiswa mengakses pendidikan tinggi.
Untuk sektor kesehatan, pemerintah merealisasikan pembayaran Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) sebesar Rp 34,7 triliun. Anggaran tersebut digunakan untuk membiayai iuran jaminan kesehatan bagi 96,7 juta peserta.
Baca Juga: Menkeu Suahasil Siapkan Suntikan Dana Rp 20 Triliun untuk BPJS Kesehatan pada 2026
Selain itu, pemerintah mengalokasikan Rp 5,6 triliun untuk program asistensi, rehabilitasi, dan penanggulangan bencana.
Pemerintah lanjutkan bantuan pangan hingga Desember 2026
Selain program bansos reguler, pemerintah akan melanjutkan penyaluran bantuan pangan selama tiga bulan terakhir 2026, yakni Oktober, November, dan Desember.
Suahasil menyampaikan, tambahan bantuan pangan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga konsumsi masyarakat. Pemerintah juga telah menyiapkan administrasi penyaluran agar program tersebut dapat berjalan sesuai jadwal.
"Bantuan pangan telah ditetapkan akan dilanjutkan, ditambah untuk tiga bulan terakhir, Oktober, November, Desember tahun 2026 ini, untuk membantu konsumsi masyarakat. Ini kami administrasikan sehingga bisa dilaksanakan tepat waktu," kata Suahasil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














