kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.572.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 17.918   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.094   62,48   1,04%
  • KOMPAS100 785   10,40   1,34%
  • LQ45 602   8,03   1,35%
  • ISSI 213   1,61   0,76%
  • IDX30 334   4,21   1,27%
  • IDXHIDIV20 427   4,86   1,15%
  • IDX80 90   1,14   1,28%
  • IDXV30 117   0,96   0,83%
  • IDXQ30 109   1,31   1,21%

Kementan Genjot Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak Petelur


Jumat, 09 Oktober 2026 / 18:59 WIB
Kementan Genjot Jagung SPHP untuk Tekan Biaya Pakan Peternak Petelur
ILUSTRASI. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (KONTAN/Lailatul Anisah)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Pertanian (Kementan) menggenjot penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) untuk menekan biaya pakan peternak ayam petelur rakyat. 

Hingga 9 Oktober 2026, jagung SPHP yang telah diterima peternak mencapai 189.336 ton atau 78,50% dari total pagu 241.199 ton.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, menargetkan penguatan penyaluran jagung SPHP hingga 250.000 ton pada periode September-Desember 2026. 

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi Energi APBN 2026 Terancam Membengkak

Hal itu disampaikan Amran dalam pertemuan dengan peternak rakyat di kantornya, Jumat (9/10/2026). 

Amran juga mengatakan untuk memenuhi kebutuhan peternak, Perum BULOG juga diminta memperkuat pengadaan dan pengelolaan stok jagung.

“Saya tidak akan membiarkan peternak berjalan sendiri. Kami akan membela semaksimal mungkin dan saya pertaruhkan segalanya. Itu perintah Bapak Presiden: jaga mereka, lindungi mereka, dan beri kesempatan peternak untung agar mereka terus berproduksi,” ujar Amran dalam keterangan resminya. 

Penyaluran jagung SPHP tersebut telah menjangkau 7.553 peternak melalui 151 koperasi dan asosiasi di berbagai provinsi. Sementara itu, pengadaan jagung dalam negeri oleh BULOG mencapai 237.329 ton.

Pengadaan terbesar berasal dari Nusa Tenggara Barat sebanyak 65.539 ton, disusul Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat sebanyak 64.751 ton, serta Jawa Timur sebanyak 53.062 ton.

Amran mengungkapkan, pemerintah berupaya menyelesaikan persoalan peternakan dari hulu hingga hilir. Selain menjaga ketersediaan jagung dengan harga terjangkau, pemerintah juga memperkuat penyerapan telur produksi dalam negeri serta membangun kemitraan antara petani jagung, koperasi, dan peternak.

“Rapat hari ini menghasilkan beberapa kebijakan yang insyaallah menjadi solusi permanen. Kita harus membangun ekosistem yang sehat dari hulu sampai hilir. Persoalan yang dihadapi peternak harus kita selesaikan satu per satu,” terang Amran.

Sementara itu, Ketua Presidium Pinsar Petelur Nasional (PPN), Yudianto Yosgiarso, mengapresiasi percepatan penyaluran jagung untuk kebutuhan pakan ternak. 

Menurut Yudianto, kelancaran distribusi jagung menjadi faktor penting untuk menjaga biaya produksi dan keberlangsungan usaha peternak ayam petelur.

“Kami merasa puas dengan pertemuan hari ini. Kami berterima kasih kepada Bapak Amran karena ada sejumlah solusi yang memberikan harapan bagi peternak. Salah satunya percepatan pengiriman jagung, termasuk melalui program SPHP, yang sangat dibutuhkan oleh teman-teman peternak,” ujar Yudi.

Ia berharap percepatan distribusi jagung dapat menjangkau sentra-sentra peternakan di berbagai daerah secara merata. Alhasil, peternak memiliki akses lebih mudah terhadap bahan baku pakan untuk menjaga keberlanjutan usaha mereka.

Baca Juga: Jelang MotoGP Mandalika, Pertamina Perkuat Pasokan BBM dan LPG

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×