kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.047.000   8.000   0,26%
  • USD/IDR 16.875   -95,00   -0,56%
  • IDX 7.441   103,54   1,41%
  • KOMPAS100 1.037   16,87   1,65%
  • LQ45 760   9,37   1,25%
  • ISSI 262   5,17   2,01%
  • IDX30 401   3,98   1,00%
  • IDXHIDIV20 495   1,94   0,39%
  • IDX80 117   1,87   1,63%
  • IDXV30 135   1,59   1,20%
  • IDXQ30 129   0,82   0,64%

Rapimnas Golkar 2025 Tegaskan Ketahanan Energi & Hilirisasi sebagai Strategi Nasional


Rabu, 24 Desember 2025 / 20:00 WIB
Rapimnas Golkar 2025 Tegaskan Ketahanan Energi & Hilirisasi sebagai Strategi Nasional
ILUSTRASI. Halal Bihalal Partai Golkar (Tribunnews/Jeprima)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana, menyatakan dukungannya terhadap Pernyataan Politik Rapimnas I Partai Golkar Tahun 2025, yang diselenggarakan pada 20 Desember lalu, yang menegaskan ketahanan energi dan hilirisasi sebagai pilar strategis transformasi ekonomi nasional.

Menurut Dewi, rumusan politik yang dihasilkan Rapimnas tersebut mencerminkan arah pembangunan jangka panjang yang konsisten dengan visi Asta Cita serta target pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen sebagai fondasi Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaya saing.

“Pernyataan Politik Rapimnas Golkar memberikan penegasan bahwa ketahanan energi dan hilirisasi bukan agenda sektoral semata, melainkan strategi besar dalam mentransformasi struktur ekonomi nasional,” ujar Dewi dalam keterangannya, Rabu (24/12/2025).

Baca Juga: Golkar Minta Kadernya Hati-Hati Berbicara di depan Publik dan Tidak Flexing

Ia menjelaskan, ketahanan energi harus dimaknai sebagai kemampuan negara dalam menjamin ketersediaan energi nasional yang bersumber dari potensi dalam negeri secara berkelanjutan. 

Dengan ketahanan energi yang kuat, Indonesia dinilai memiliki ruang yang lebih besar untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat kedaulatan nasional.

Sejalan dengan itu, Dewi menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi perlu dilaksanakan secara inklusif dan berkeadilan. Hilirisasi tidak hanya difokuskan pada sektor mineral dan energi, tetapi juga harus diperluas ke sektor perkebunan, pertanian, kehutanan, kelautan, dan perikanan agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata.

Baca Juga: Golkar Akan Segera Aktifkan Kembali Adies Kadir Jadi Wakil Ketua DPR Usai Putusan MKD

“Hilirisasi lintas sektor menjadi instrumen penting untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya nasional, membuka lapangan kerja berkualitas, serta memperkuat ekonomi daerah,” kata Dewi.

Dewi menilai, pendekatan tersebut akan mempercepat pemerataan pembangunan dan mengurangi ketimpangan antarwilayah, sekaligus menjadikan transformasi ekonomi nasional lebih inklusif dan berkelanjutan.

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Pimpin Rombongan Golkar Menghadap Presiden Prabowo di Istana

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×